Berita

Longsor Tutup Jalur Trenggalek–Ponorogo, Basarnas Peringatkan Potensi Longsor Susulan

×

Longsor Tutup Jalur Trenggalek–Ponorogo, Basarnas Peringatkan Potensi Longsor Susulan

Sebarkan artikel ini
Dokumentasi: Susanto, Longsor Perbatasan Trenggalek- Ponorogo

TrenggalekUrupedia.id— Tanah longsor kembali terjadi di jalur nasional penghubung Kabupaten Trenggalek dengan Ponorogo, tepatnya di Km 16 Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu.

Material tanah dan bebatuan besar menutup sebagian badan jalan serta merusak struktur tepi jalan, sehingga jalur tersebut dinilai berbahaya untuk dilalui kendaraan.

Koordinator Pos Basarnas Trenggalek, Bayu Prasetyo, menjelaskan hasil asesmen awal menunjukkan kondisi tanah di lokasi longsor masih sangat labil.

Tekstur tanah bahkan menyerupai lumpur, sehingga berpotensi memicu longsor susulan.

“Tekstur tanah di sini menyerupai lumpur, sehingga masih ada kemungkinan terjadi longsor susulan. Kami juga menemukan jalur aliran air di lereng yang memperlemah struktur tanah,” ujar Bayu saat melakukan peninjauan di lokasi.

Ia menambahkan, tim Basarnas masih melakukan kajian lanjutan terkait kondisi lereng dan stabilitas tanah sebelum proses pembersihan dilakukan secara maksimal.

Sementara itu, masyarakat diminta untuk tidak melintasi area tersebut demi keselamatan.

“Tim masih mengkaji kondisi longsor. Kami berharap pengendara untuk sementara mengambil jalur alternatif lainnya,” tambahnya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), longsor tersebut dipicu hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur kawasan perbukitan Trenggalek sejak siang hari.

Material tanah bercampur batu berukuran besar kemudian jatuh dari tebing dan menutup akses jalan nasional.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.30 WIB dan menyebabkan arus lalu lintas dari kedua arah tidak dapat melintas.

Tebing setinggi sekitar 50 meter dilaporkan mengalami runtuhan sehingga batu besar dan tanah longsor melompati tangkis beton dan jatuh ke badan jalan.

BPBD Trenggalek bersama Basarnas, TNI, dan Polri telah melakukan penanganan awal dengan memasang rambu peringatan serta menutup sementara jalur tersebut.

Pengendara diminta memutar balik atau menggunakan jalur alternatif hingga kondisi dinyatakan aman.

Untuk mempercepat proses penanganan, alat berat dikerahkan guna memindahkan material longsor dan memecah batu berukuran besar yang menutup jalan.

Petugas menargetkan proses pembersihan dapat selesai dalam waktu dekat, dengan tetap mempertimbangkan kondisi tanah yang masih labil.

Selain itu, BPBD Trenggalek juga mengimbau masyarakat dan pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika melintas di jalur perbukitan Trenggalek–Ponorogo yang dikenal rawan longsor saat musim hujan.

Kordinasi Antar Lembaga, BPBD, PUPR, TNI, Basarnas

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat berkendara di jalur Trenggalek–Ponorogo, terutama ketika cuaca hujan karena potensi longsor masih cukup tinggi,” demikian imbauan BPBD Trenggalek.

Oleh: Susanto

Editor: Krisna Wahyu Yanuar

Advertisements