Berita

Perginya Sang Guru dan Mentor Pergerakan, Prof. Dr. H. Akhyak, M.Ag

×

Perginya Sang Guru dan Mentor Pergerakan, Prof. Dr. H. Akhyak, M.Ag

Sebarkan artikel ini
Dokumentasi: Sosok Prof Akhyak dalam acara di UIN Sayyid Ali Rahmatullah.

Tulungagung- Urupedia.id— Di saat gema takbir Idul Fitri seharusnya membawa sukacita dan kemenangan batin, kabar duka justru datang mengetuk hati banyak orang.

Prof. Dr. H. Akhyak, M.Ag, Guru Besar Filsafat Pendidikan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, wafat pada Sabtu, 21 Maret 2026, bertepatan dengan 1 Syawal, akibat serangan jantung.

Kepergian beliau terasa seperti hilangnya satu cahaya yang selama ini diam-diam menerangi banyak jalan.

Bagi keluarga besar PMII, Ansor, dan Nahdlatul Ulama, sosok Prof. Akhyak bukan sekadar akademisi atau tokoh organisasi, melainkan guru kehidupan—yang mengajarkan arti kesabaran, ketulusan, dan istiqamah.

Dikenal sebagai pribadi yang sabar dan loman, beliau hadir bukan dengan suara yang keras, tetapi dengan keteduhan yang menenangkan.

Banyak kader PMII lintas generasi mengenangnya sebagai mentor pergerakan yang tidak pernah lelah membimbing.

Ia membuka ruang dialog, merangkul perbedaan, dan menanamkan nilai tanpa menggurui.

Dari tangan dinginnya, lahir kader-kader yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual.

Perjalanan pengabdian beliau tidak berhenti di kampus.

Sebagai pengasuh dan pendidik di Pondok Pesantren Modern Darul Akhwan, Kendal, Tulungagung, Prof. Akhyak merawat generasi dengan keseimbangan antara akal dan hati.

Ia kerap mengingatkan bahwa ilmu tanpa spiritualitas akan kering, dan gerakan tanpa amalan akan kehilangan arah.

Karena itu, beliau tak henti mengajak kader dan keluarga untuk tetap menjaga amalan, merawat hubungan dengan Tuhan sebagai fondasi dalam setiap langkah kehidupan.

Dalam dinamika organisasi, beliau juga menjadi bagian penting dalam menguatkan peran Gerakan Pemuda Ansor dan Nahdlatul Ulama.

Baginya, pergerakan adalah jalan panjang pengabdian—bukan sekadar posisi, melainkan komitmen untuk terus hadir bagi umat dan bangsa.

Kini, sosok itu telah tiada. Namun kehilangan ini bukan hanya tentang kepergian, melainkan tentang kesadaran betapa besar jejak yang ditinggalkan.

Nilai-nilai yang beliau tanamkan—kesabaran, keikhlasan, dan keteguhan dalam menjaga spiritualitas—akan terus hidup dalam diri para kader yang pernah disentuhnya.

Keluarga besar IKA PMII Tulungagung menyampaikan duka mendalam atas wafatnya beliau.

Doa mengalir, berharap seluruh amal ibadah dan perjuangan almarhum diterima di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Di hari kemenangan ini, Prof. Akhyak justru menempuh kemenangan yang lebih hakiki.

Dan bagi yang ditinggalkan, tugas kini menjadi lebih berat, melanjutkan cahaya yang telah beliau nyalakan.

Selamat jalan guru Kami. Engkau tetap hidup dalam setiap sanubari.

Al-Fatihah.

Oleh: Krisna Wahyu Yanuar

Advertisements