
Urupedia-Perayaan Idulfitri 1 Syawal di Desa Pakuncen berlangsung dengan suasana sejuk dan penuh kekhidmatan, Sabtu 21 Maret 2026 pagi. Warga sejak dini hari telah memadati area masjid untuk melaksanakan Salat Idulfitri berjamaah setelah semalam mengumandangkan takbir.
Takbiran dimulai sejak bada Maghrib pada 20 Maret dan berlangsung hingga pagi hari pukul 06.30 WIB. Kumandang takbir terdengar konsisten mengiringi suasana malam hingga menjelang pelaksanaan salat Id.
Sebelum salat dimulai, pengurus masjid memberikan pengarahan singkat terkait tata cara pelaksanaan Salat Id. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa Idulfitri tidak hanya dimaknai sebagai perayaan kemenangan, tetapi sebagai momentum refleksi atas pelaksanaan ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Selain itu momen ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antar warga yang dalam keseharian disibukkan dengan aktivitas masing masing.
Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan laporan zakat oleh amil zakat setempat. Dalam laporan tersebut disampaikan jumlah zakat yang telah dihimpun serta rencana pemanfaatannya untuk kemaslahatan umat, termasuk pengembangan fasilitas seperti lahan parkir dan pengecoran area sekitar masjid.
Selanjutnya, bilal dikumandangkan oleh Pak Din yang menandai mulainya rangkaian Salat Id. Pelaksanaan salat dipimpin oleh Gus Shofi, pengasuh Pondok Pesantren Al Qomar Desa Pakuncen Kecamatan Patianrowo Nganjuk, sebagai imam.
Usai rangkaian Salat Id ditunaikan dengan khidmat, jamaah tetap bertahan di tempatnya, bersiap menyimak khutbah yang menjadi peneguh makna Idulfitri pada pagi itu.
Dalam khutbahnya, khatib Pak Nandir menyampaikan pentingnya meningkatkan ketakwaan dan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa setelah berakhirnya bulan Ramadhan. Ia mengajak jamaah untuk melakukan muhasabah diri, mempertahankan amalan baik yang telah dilakukan selama Ramadhan, serta meningkatkan kualitas ibadah di masa mendatang.
“Ibadah seperti salat dan puasa merupakan kewajiban yang harus dijalankan hingga akhir hayat,” ucapnya.
Jamaah juga diingatkan untuk tidak meremehkan kebaikan sekecil apa pun serta tetap waspada terhadap dosa meskipun dianggap kecil.
“Pentingnya terus menuntut ilmu dan tidak merasa cukup dengan pengetahuan yang dimiliki,” terangnya.
Setelah khutbah selesai disampaikan, seluruh jamaah membentuk lingkaran dan saling bersalam salaman. Momen ini dimanfaatkan untuk saling menyapa, memohon maaf, serta menghangatkan kembali hubungan antarwarga yang selama ini mungkin renggang oleh kesibukan masing masing. Suasana haru dan kebersamaan terasa menyatu dalam perayaan Idulfitri pagi itu.
Kesan dan pesan turut disampaikan oleh Gus Shofi. Ia menyampaikan bahwa pada tahun ini Alhamdulillah saudara saudari muslim Desa Pakuncen menunjukkan antusiasme dan semangat dalam menjalani Ramadhan hingga tiba pada 1 Syawal.
“Momen ini menjadi tanda kembalinya manusia pada kesucian fitrah. Kepada seluruh jamaah jangan lupa untuk terus meningkatkan ketakwaan dan keimanan, serta mempertahankan dan mengembangkan amalan baik yang telah menjadi poin plus selama bulan Ramadhan,” tandasnya.
Secara umum, pelaksanaan Idulfitri di Desa Pakuncen berlangsung tertib, lancar, dan penuh makna. Tidak hanya sebagai perayaan tetapi juga sebagai momentum refleksi dan penguatan nilai nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Oleh: Asa Rizky Maulana Azizir Rohim
Editor: Al Fatih Rijal






