Close Ads Here
Close Ads Here
Close Ads Here
Close Ads Here
Nasional

3 Cara Hidup Tenang dengan Prinsip Stoikisme, Harus Anda Coba!

×

3 Cara Hidup Tenang dengan Prinsip Stoikisme, Harus Anda Coba!

Sebarkan artikel ini
Peran Pemuda dalam Pembangunan Desa
Ilustrasi pemuda membangun desa-alexis_2-pixabay

Urupedia – Stoikisme adalah salah satu aliran filsafat yang memiliki banyak penganut, dan fokus utamanya adalah untuk mencapai kesejahteraan mental yang lebih baik. Stoikisme sering disebut sebagai “filosofi teras” karena Zeno, pendiri aliran ini pada sekitar abad ke-3 SM dan biasanya mengajar murid-muridnya di depan teras yang berpilar.

Stoikisme menekankan pentingnya mencari ketenangan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat membantu seseorang mengembangkan kebijaksanaan, etika yang lebih baik, dan ketenangan batin.

Stoikisme bukanlah tentang menekan emosi atau menjadi apatis, melainkan tentang mengendalikan hal-hal yang dapat kita kendalikan dan menerima hal-hal yang tidak dapat kita kendalikan. Dalam hal ini adalah pendekatan yang sangat relevan dalam menghadapi tantangan dan perubahan dalam kehidupan.

Nah, berikut ini 3 cara hidup tenang dengan prinsip Stoikisme, agar hidupmu menjadi tenang dan filosof:

Keluar dari Zona Nyaman

Tantang dirimu sendiri dengan mengambil langkah keluar dari zona keamananmu. Dengan melakukan ini, kamu akan membuka diri pada pengalaman baru dan ide-ide segar. Ini juga akan melatihmu untuk tenang dalam menghadapi masalah yang tiba-tiba muncul.

Kembangkan Kebajikan dalam Kehidupan

Upayakan untuk memperkaya dirimu dengan kebajikan-kebajikan seperti kebijaksanaan, keberanian, keadilan, dan ketaqwaan. Fokuslah pada tindakan-tindakan sehari-hari yang mencerminkan nilai-nilai ini. Misalnya, usahakan untuk membuat keputusan yang lebih bijaksana atau memperlakukan orang lain dengan lebih adil.

Lepaskan Diri dari Dunia Material

Prinsip ketiga dari stoikisme adalah membebaskan diri dari ketergantungan pada hal-hal duniawi (apatheia), yang berarti tidak diikat oleh hasrat atau ketakutan terhadap hal-hal di luar kendali kita. Kebahagiaan kita tidak bergantung pada uang, status, kesenangan, atau pujian, tetapi hanya pada karakter dan kebajikan kita.

Stoikisme mengajarkan kita untuk hidup sederhana, hemat, dan tulus. Tidak perlu mengejar hal-hal yang tidak penting atau berlebihan; cukup dengan apa yang cukup dan berguna. Jangan cemas atau iri dengan milik atau prestasi orang lain, tetapi hargai dan syukuri apa yang telah kita capai.

Cara praktis menerapkan prinsip ini adalah dengan mengurangi konsumsi dan pengeluaran, lebih banyak berkontribusi dan berbagi dengan sesama, dan berhenti membandingkan diri dengan orang lain. Lebihlah menghargai dan bersyukur atas apa yang telah kamu miliki dan raih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *