
TULUNGAGUNG — Satkoryon Banser Sumbergempol menggelar Forum Silaturahmi kader GP Ansor dan Banser se-Kecamatan Sumbergempol, Minggu (10/5/2026).
Kegiatan tersebut difokuskan pada penguatan nasionalisme dan wawasan kebangsaan di tengah tantangan perkembangan teknologi informasi dan media sosial.
Forum diawali dengan tahlil bersama sebagai bentuk doa untuk keselamatan bangsa dan negara. Suasana nasionalisme semakin terasa ketika seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya, Syubbanul Wathon, Mars Ansor, dan Lagu Banser.
Kegiatan turut dihadiri Ketua NU Ranting Desa Tambakrejo serta Ketua PAC GP Ansor Sumbergempol, Mauludin Qoironi. Dalam forum tersebut, peserta juga menerima materi wawasan kebangsaan dari Adi Triono Hamzah dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Tulungagung.
Dalam pemaparannya, Adi Triono Hamzah menegaskan bahwa ancaman terhadap persatuan bangsa saat ini tidak hanya datang melalui konflik fisik, melainkan juga melalui arus informasi di media sosial yang berpotensi memecah belah masyarakat.
“Perang sekarang tidak hanya dengan senjata, tapi juga lewat media informasi. Media sosial memiliki dampak besar untuk persatuan bangsa. Generasi muda harus cerdas dan bijak menggunakan teknologi,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga nasionalisme melalui penggunaan media sosial yang sehat, edukatif, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang mengandung unsur hoaks maupun ujaran kebencian.
Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor Sumbergempol, Mauludin Qoironi, mengajak kader Ansor dan Banser untuk menjaga marwah organisasi sekaligus memperkuat semangat kebangsaan di ruang digital.
Menurutnya, media sosial harus dimanfaatkan sebagai sarana mempererat persatuan dan menjaga keutuhan bangsa.
“Sahabat Ansor Banser bisa lebih menjaga marwah organisasi melalui media dan gunakan media sosial untuk menyatukan, bukan untuk memecah belah bangsa,” tegasnya.
Forum silaturahmi tersebut mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Selain mempererat hubungan antarkader, kegiatan itu dinilai menjadi ruang penguatan nilai nasionalisme, cinta tanah air, dan komitmen menjaga persatuan bangsa di kalangan generasi muda.
Penulis: Fakhrina Haqiqul Umam
Editor: David Yogi Prastiawan






