
TULUNGAGUNG –kamis 5 november 2026 Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Tulungagung periode 2026–2030 resmi dikukuhkan.
Sebanyak 100 relawan dari berbagai unsur di Kabupaten Tulungagung bergabung dalam wadah tersebut untuk memperkuat koordinasi, menyatukan gerakan relawan, serta menjadi mitra strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam penanggulangan bencana.
Pengukuhan ini menjadi langkah penting dalam membangun kolaborasi lintas organisasi dan komunitas relawan. FPRB diharapkan tidak hanya menjadi wadah komunikasi, tetapi juga menjadi penggerak upaya pengurangan risiko bencana mulai dari tahap prabencana, tanggap darurat, hingga pascabencana.
Kegiatan pengukuhan dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tulungagung, Achmad Mugiyono, S.STP., M.M., Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tulungagung, Wulan Krisna Pratiwi, S.T., Sekretaris Jenderal FPRB Jawa Timur, Catur Sudharmanto, S.Sos., M.M.B., serta Komandan Tim Rescue Pos SAR Trenggalek, Ahmad Taufik.
Dalam proses pembentukan kepengurusan yang difasilitasi BPBD Kabupaten Tulungagung melalui musyawarah, Susanto yang merupakan perwakilan LAZNAS LMI terpilih sebagai Ketua Umum FPRB Kabupaten Tulungagung masa bakti 2026–2030.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tulungagung, Achmad Mugiyono, S.STP., M.M. menjelaskan “Pengukuhan ini sekaligus menjadi momentum konsolidasi berbagai potensi relawan yang selama ini bergerak di bidang kemanusiaan dan kebencanaan di wilayah Tulungagung.”
“Keberadaan FPRB Kabupaten Tulungagung diarahkan untuk menjadi mitra BPBD dalam memperkuat sosialisasi, edukasi, mitigasi, dan penanganan kebencanaan. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi kebencanaan hingga ke tingkat masyarakat dan komunitas.” jelasnya.
Dalam upaya pengurangan risiko bencana, keterlibatan berbagai unsur menjadi hal penting. Pemerintah, organisasi kemanusiaan, komunitas relawan, dunia pendidikan, serta masyarakat perlu memiliki koordinasi dan pemahaman yang sama dalam menghadapi ancaman bencana.
Sementara itu Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tulungagung, Wulan Krisna Pratiwi, S.T. mengatakan “FPRB memiliki ruang gerak pada seluruh tahapan penanggulangan bencana.
Pada tahap prabencana, forum dapat berperan dalam edukasi, sosialisasi, mitigasi, dan peningkatan kapasitas masyarakat. Saat terjadi bencana, FPRB menjadi bagian dari jejaring koordinasi dan dukungan relawan sesuai kapasitas serta kebutuhan penanganan.
Sementara pada tahap pascabencana, keterlibatan relawan dapat mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak.” katanya.
Dengan terkumpulnya 100 relawan dari berbagai unsur, FPRB diharapkan mampu membangun jaringan komunikasi yang lebih kuat sehingga potensi sumber daya manusia dalam penanggulangan bencana dapat terkoordinasi dengan baik.
Susanto Pimpin Kembali FPRB Tulungagung 2026–2030
Susanto terpilih sebagai Ketua Umum FPRB Kabupaten Tulungagung melalui proses musyawarah yang difasilitasi BPBD Kabupaten Tulungagung.
Perwakilan LAZNAS LMI tersebut akan memimpin organisasi bersama jajaran pengurus yang berasal dari berbagai unsur dan latar belakang.
Kepengurusan FPRB periode 2026–2030 disusun dengan pembagian tugas berdasarkan bidang masing-masing. Struktur tersebut mencakup penguatan kapasitas dan kelembagaan, kemitraan, advokasi kebijakan, media dan informasi, sosial dan kehumasan, hingga bidang teknis penanggulangan bencana.
Pembagian bidang ini diharapkan membuat gerakan relawan lebih terarah, mulai dari upaya pencegahan dan kesiapsiagaan hingga dukungan kedaruratan serta pemulihan pascabencana.
Susunan Pengurus FPRB Kabupaten Tulungagung 2026–2030
Berikut susunan pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Tulungagung masa bakti 2026–2030:
PENGURUS INTI
- Ketua Umum: Susanto
- Wakil Ketua I Bidang Penguatan Kapasitas & Kelembagaan: Slamet Riadi
- Wakil Ketua II Bidang Kemitraan: Sigit Andi Setiyono
- Wakil Ketua III Bidang Advokasi Kebijakan: Adi Anjal
- Wakil Ketua IV Bidang Media & Informasi: Moch. Ismanu Roziqi
- Wakil Ketua V Bidang Sosial & Kehumasan: Kholis Maulana
- Sekretaris: Lilik Yulianah
- Wakil Sekretaris: Kartika
- Bendahara: Suad Bagio
- Wakil Bendahara: Endah Widihastuti
Bangun Gerakan Relawan yang Bersatu dan Berdampak
Pengukuhan FPRB Kabupaten Tulungagung periode 2026–2030 diharapkan menjadi awal penguatan gerakan pengurangan risiko bencana yang lebih terorganisasi dan berkelanjutan.
Susanto humanitarian Program Laznas LMI menyampaikan “Tantangan kebencanaan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Karena itu, keberadaan forum ini diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi dan kolaborasi antara BPBD, organisasi kemanusiaan, komunitas relawan, serta masyarakat.”
“Melalui kepengurusan baru dan dukungan 100 relawan, FPRB Tulungagung diharapkan mampu memperkuat budaya sadar bencana, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta mendorong respons kebencanaan yang lebih terkoordinasi.”
“Semangat yang diusung FPRB Kabupaten Tulungagung dalam menjalankan amanah periode 2026–2030 terangkum dalam semboyan: BERSATU, BERSINERGI, BERGERAK, BERDAMPAK.” pungkasnya.






