
TULUNGAGUNG –Urupedia.id- Puluhan siswa kelas VII SMP Tahfidz Modern Lubabul Fattah mengikuti kegiatan outing class edukatif ke Museum Daerah Wajakensis, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan luar kelas ini tidak sekadar menjadi ajang rekreasi, melainkan dirancang sebagai studi lapangan untuk mengenal dan menggali sejarah peradaban Kabupaten Tulungagung.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa berkesempatan melihat langsung berbagai peninggalan bersejarah, seperti prasasti, arca, dan benda-benda purbakala.
Sebelum memasuki area museum, seluruh siswa mendapatkan pembekalan singkat dari pengelola mengenai perjalanan sejarah Tulungagung.
Pengantar tersebut berhasil membangkitkan rasa ingin tahu para siswa terhadap berbagai koleksi yang tersimpan di museum.
Menariknya, sejak keberangkatan para siswa telah dibekali tugas kelompok untuk mencatat poin-poin penting dari materi yang diperoleh.
Mereka juga menyiapkan sejumlah pertanyaan untuk diajukan langsung kepada narasumber.
Suasana ruang pameran pun berlangsung interaktif.
Para siswa tampak antusias mengamati koleksi museum, berdiskusi, serta mencatat informasi yang mereka dapatkan selama kegiatan berlangsung.
Antusiasme para penghafal Al-Qur’an tersebut mendapat apresiasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Tulungagung, H. Heru Sumiran, S.Pd., M.M. Di hadapan para siswa, Heru menjelaskan sejarah berdirinya Museum Wajakensis yang digagas sebagai tempat penyelamatan dan pelestarian benda cagar budaya agar tetap terjaga untuk generasi mendatang.
“Museum ini adalah cermin yang menggambarkan perkembangan peradaban bangsa kita, khususnya masyarakat Tulungagung,” ujar Heru.
Selain menjelaskan koleksi museum, Heru juga memberikan edukasi mengenai tata cara penanganan temuan yang diduga sebagai benda purbakala.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak membersihkan ataupun memindahkan benda tersebut secara sembarangan.
“Jika menemukan benda yang diduga memiliki nilai sejarah, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat diidentifikasi dan diselamatkan oleh tim ahli,” tegasnya.
Guru pendamping SMP Tahfidz Modern Lubabul Fattah, Ahmad Akhlis Arifin, S.Ag., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam menyeimbangkan pendidikan keagamaan dan wawasan kebangsaan siswa.
“Kami ingin para santri tidak hanya unggul dalam hafalan Al-Qur’an dan akademik, tetapi juga memahami sejarah daerahnya sebagai bagian dari identitas dan karakter kebangsaan,” tuturnya.
Melalui kegiatan outing class ini, para siswa diharapkan tidak hanya berkembang dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki kesadaran sejarah dan kecintaan terhadap warisan budaya daerah.
Setelah mengikuti sesi edukasi di Museum Wajakensis, rombongan melanjutkan kunjungan ke tempat produksi Susu Sapi Dinasty dan pabrik Jenang Lasimun, sebagai bagian dari pembelajaran mengenai potensi ekonomi lokal Kabupaten Tulungagung.






