Berita

Akademisi UGM Ungkap Potensi Besar Kopi Tulungagung, Siap Bersaing di Pasar Nasional hingga Dunia

×

Akademisi UGM Ungkap Potensi Besar Kopi Tulungagung, Siap Bersaing di Pasar Nasional hingga Dunia

Sebarkan artikel ini
Dokumentasi Urupedia.id

Tulungagung, 1 Agustus 2026 –Urupedia.id- Akademisi sekaligus Direktur Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia periode 2000–2005, Dr. Ir. Zaenuddin, menilai Kabupaten Tulungagung memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai daerah penghasil kopi berkualitas yang mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.

Potensi tersebut didukung kondisi geografis lereng Pegunungan Wilis, kualitas sumber daya petani, serta pembinaan yang telah dilakukan berbagai pihak.

Hal tersebut disampaikan Zaenuddin dalam Talk Show NGOPI dan Press Realese (Ngolah, Pikir & Inovasi) bertema “Konservasi Hutan untuk Mendukung Inovasi Industri Kopi Hulu-Hilir di Kabupaten Tulungagung” yang digelar di Lapangan Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo, Sabtu (1/8).

Menurut Zaenuddin, sejumlah kelompok tani kopi di Tulungagung telah memperoleh pendampingan dari Bank Indonesia, mulai dari penerapan good agricultural practices hingga pengolahan pascapanen (processing).

Pembinaan tersebut telah menghasilkan kopi dengan kualitas yang diterima pasar nasional dan memiliki peluang memasuki pasar ekspor.

“Potensi kopi di Tulungagung sangat besar. Beberapa kelompok tani yang telah dibina mampu menghasilkan kopi berkualitas yang diterima pasar nasional, bahkan memiliki peluang menuju pasar internasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kawasan hutan sosial maupun lahan pertanian di lereng Pegunungan Wilis sangat mendukung pengembangan kopi berkualitas.

Selain itu, Tulungagung telah memiliki ekosistem kopi yang terus berkembang, mulai dari komunitas kopi, pelaku usaha, roaster, hingga barista yang dapat mendukung peningkatan kualitas produk dari hulu hingga hilir.

Zaenuddin menegaskan bahwa peluang ekspor harus diimbangi dengan pemenuhan standar mutu internasional.

Oleh karena itu, pembinaan kepada kelompok tani perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi pemerintah daerah, lembaga pendamping, perguruan tinggi, dan komunitas kopi.

“Eksportir besar umumnya tidak bisa melakukan pembinaan langsung kepada kelompok tani. Karena itu, peran pemerintah daerah dan lembaga lokal sangat penting untuk mendampingi petani agar mampu memenuhi standar ekspor,” jelasnya.

Ia juga mendorong agar kopi dari berbagai wilayah di lereng Wilis diproduksi dengan standar budidaya, pengolahan, dan kualitas yang seragam.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi fondasi penting untuk mengajukan Indikasi Geografis (IG) sebagai identitas resmi kopi khas Tulungagung.

“Kalau kopi lereng Wilis diproduksi dengan kualitas yang seragam dan memiliki karakter khas, saya kira sangat layak diarahkan memperoleh perlindungan Indikasi Geografis. Daerah lain seperti Ijen-Raung sudah berhasil melakukannya, sehingga bisa menjadi contoh bagi Tulungagung,” katanya.

Selain aspek mutu, Zaenuddin menilai pengembangan kopi sangat relevan dengan upaya konservasi lingkungan.

Ia menjelaskan bahwa sistem agroforestri, yakni budidaya kopi yang dipadukan dengan tanaman penaung, mampu menjaga kawasan resapan air, meningkatkan kesuburan tanah, sekaligus menjadi strategi adaptasi terhadap perubahan iklim.

“Pengembangan kopi melalui sistem agroforestri menjadi salah satu solusi yang selaras dengan upaya adaptasi terhadap perubahan iklim, khususnya di kawasan hutan maupun lahan-lahan pertanian di daerah pegunungan,” ujarnya.

Menutup pemaparannya, Zaenuddin mengajak seluruh pelaku industri kopi di Tulungagung, khususnya generasi muda, untuk terus meningkatkan kapasitas dan mengikuti perkembangan industri kopi global yang terus berubah.

“Jangan berhenti belajar. Industri kopi berkembang sangat cepat, baik dari sisi permintaan pasar maupun inovasi di tingkat konsumen. Karena itu, petani, terutama generasi muda, harus terus belajar dan memahami perkembangan di sektor hilir agar mampu menghasilkan kopi yang sesuai dengan kebutuhan pasar,” pungkasnya.

Zaenuddin optimistis, melalui penguatan kualitas, pembinaan berkelanjutan, penerapan sistem agroforestri, serta percepatan pengajuan Indikasi Geografis, kopi Tulungagung memiliki peluang besar menjadi salah satu identitas unggulan daerah yang mampu bersaing di pasar nasional maupun ekspor.

Kolaborasi antara akademisi, pemerintah, komunitas, dan petani dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Advertisements