
PASURUAN – Kader Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) Pasuruan, Alvian Rusdi, mendesak pemerintah dan aparat terkait. Guna mengedepankan aspek kemanusiaan serta penyelesaian konflik agraria di kawasan Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) Pasuruan Timur.
Alvian menilai, pelaksanaan latihan militer di kawasan yang bersinggungan dengan pemukiman warga harus tetap memprioritaskan keselamatan warga sipil, penghormatan terhadap martabat manusia, dan pencegahan potensi jatuhnya korban jiwa.
“Apabila terdapat peristiwa yang menimbulkan korban di luar situasi konflik bersenjata, sudah semestinya dilakukan proses evaluasi yang transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Alvian dalam keterangan tertulisnya.
Selain sorotan terhadap keselamatan warga, ia menekankan pentingnya menuntaskan sengketa lahan yang membayangi warga Pasuruan Timur sejak lama.
Menurutnya, penyelesaian konflik agraria tidak bisa dilakukan dengan pendekatan represif, melainkan melalui dialog yang menghormati hak-hak masyarakat serta memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.
Ia berharap setiap kebijakan yang diterapkan di kawasan Puslatpur mampu memberikan jaminan keamanan dan mekanisme perlindungan yang efektif bagi warga lokal.
“Penyelesaian konflik harus dilakukan secara adil dan bermartabat demi terciptanya keadilan serta keselamatan masyarakat,” pungkasnya.
Alvian menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadinya sebagai kader FNKSDA Pasuruan dalam merespons dinamika sosial di Pasuruan Timur.






