
Urupedia.id- Memasuki 5 Maret 2026, konflik antara Israel dan Iran telah berubah dari operasi militer terbatas menjadi eskalasi terbuka yang mengguncang kawasan Timur Tengah.
Hari kelima sejak serangan besar-besaran pada 28 Februari menandai fase paling genting, yakni krisis kepemimpinan di Teheran, serangan ke fasilitas strategis, serta ancaman terhadap stabilitas energi global.
Serangan dan Krisis Suksesi
Kematian Ayatollah Ali Khomenei dalam gelombang serangan udara akhir Februari menjadi titik balik dramatis.
Otoritas Iran menyebut serangan itu sebagai agresi langsung yang menargetkan struktur negara.
Di sisi lain, Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi yang secara eksplisit mengonfirmasi keterlibatan dalam kematian tersebut, tetapi pejabat militernya mengisyaratkan bahwa “arsitektur kepemimpinan Iran” merupakan bagian dari target strategis.
Sorotan kini tertuju pada Qom, kota suci yang menjadi pusat ulama Syiah dan lokasi kedudukan Majelis Pakar — lembaga yang berwenang memilih Pemimpin Tertinggi.
Serangan udara yang menghantam sebuah gedung di kota itu memicu dugaan bahwa Israel berupaya mengganggu proses suksesi.
Pemerintah Iran mengklaim pertemuan dilakukan secara daring dan tidak ada pejabat tinggi yang menjadi korban dalam insiden tersebut.
Nama Mojtaba Khamenei, putra mendiang pemimpin, disebut sebagai kandidat kuat pengganti. Namun, potensi suksesi keluarga memicu perdebatan internal di tengah situasi perang.
Target Nuklir dan Respons Balasan
Di luar dinamika politik, konflik meluas ke sektor militer strategis. Israel mengonfirmasi serangan terhadap fasilitas nuklir bawah tanah di Natanz.
Otoritas energi atom Iran menyatakan tidak ada kebocoran radioaktif, tetapi citra satelit independen menunjukkan kerusakan infrastruktur signifikan.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal balistik ke wilayah Israel.
Sirene peringatan terdengar berkali-kali di Tel Aviv , dan beberapa rudal dilaporkan berhasil menembus sistem pertahanan udara.
Target lain termasuk pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, termasuk Al-Udeid Air Base.
Front utara Israel juga memanas. Hizbullah meningkatkan serangan roket dari Lebanon selatan, membuka risiko perang multi-front yang lebih luas.
Selat Hormuz dan Guncangan Ekonomi
Langkah paling berdampak secara global adalah keputusan Iran menutup Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia.
Penutupan ini langsung memicu lonjakan harga energi dan mengguncang pasar saham global.
Di Indonesia, tekanan terasa pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami pelemahan tajam akibat sentimen geopolitik.
Pelaku pasar mengkhawatirkan gangguan pasokan energi berkepanjangan yang berpotensi mendorong inflasi.
Analis energi menyebut, jika blokade berlangsung lebih dari dua minggu, dampaknya dapat meluas ke krisis rantai pasok global, terutama bagi negara-negara berkembang yang bergantung pada impor minyak.
Korban dan Risiko Kemanusiaan
Sejak 28 Februari, korban dari kedua belah pihak diperkirakan mencapai ribuan jiwa, termasuk warga sipil.
Infrastruktur komunikasi di Teheran dilaporkan terganggu, sementara sejumlah kota di Israel memberlakukan pembatasan aktivitas publik.
Rumah sakit di beberapa wilayah Iran dilaporkan kewalahan.
Di Israel, kehidupan sipil terganggu oleh sirene dan sistem pertahanan udara yang terus aktif.
Indonesia Siaga dan Opsi Diplomasi
Pemerintah Indonesia mempersiapkan skenario evakuasi warga negara Indonesia dari Teheran dan sekitarnya.
Opsi jalur darat ke negara tetangga sedang dikaji, mengingat ruang udara Iran dalam status siaga tinggi.
Di tengah eskalasi, Indonesia juga menyatakan kesiapan menjadi mediator jika kedua pihak membuka ruang diplomasi.
Namun hingga hari kelima konflik, belum ada indikasi kuat bahwa Israel maupun Iran bersedia menghentikan operasi militer.
Konflik ini kini bukan sekadar benturan dua negara, melainkan pertaruhan stabilitas kawasan dan ekonomi global.
Jika jalur diplomasi tak segera dibuka, Timur Tengah berisiko memasuki babak perang berkepanjangan dengan dampak yang melampaui batas geografisnya.
Editor: Krisna Wahyu Yanuar







