
Urupedia.id- Musyawarah Nasional (MUNAS) Ke-VII Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) siap digelar pada tanggal 01 hingga 02 April 2025 di Bali.
Perhelatan Munas ke-VII ini digelar karena berakhirnya kepengurusan DPN ABDSI 2022-2026.
Munas ke-VII ini akan dihadiri oleh seluruh pengurus Dewan Pengurus Nasional, (DPN) Dewan Pengurus Wilayah (DPW), Dewan Pengawas, dan tamu undangan.
Rangkaian Munas ke-VII membahas berbagai agenda penting termasuk pemilihan calon Ketua Umum berikutnya, pembahasan AD/ART, komisi-komisi program dan laporan pertanggungjawaban pengurus menjadi bagian di dalamnya.
Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) adalah organisasi profesi para Konsultan dan Pendamping Koperasi dan UMKM seluruh Indonesia sampai tingkat kepengurusan daerah atau dikenal DPD.
Organisasi besar ini perlu dipimpin oleh Ketua Umum yang mampu menahkodai dengan baik dan menghimpun aspirasi anggota di seluruh Indonesia.
Pengurus periode 2022-2026 sudah menjalankan organisasi dengan baik di tengah tantangan pasca virus pandemi covid-19 selama 2-3 tahun.
Hal ini pasti berdampak kepada jalannya roda organisasi. Beberapa program belum terlaksana secara maksimal.
Maka dari itu, Ketua Umum berikutnya harus bisa melanjutkan program yang baik dan merencanakan program yang berkualitas yang berdampak kepada anggota dan dampingan koperasi dan UMKM di Indonesia.
Menurut M. Robi Bratawijaya, S.Pd, SM, M.Pd Wasekjend DPN ABDSI, sosok figur muda atau senior tidak menjadi persoalan selama memiliki pengalaman dan jejaring organisasi baik ditingkat nasional, wilayah dan daerah dengan berbagai stakeholder.
Munas ke-VII ini menjadi harapan baru organisasi dalam mewujudkan visi misinya ABDSI untuk Indonesia Emas 2045 dan menjadikan Indonesia Republik UMKM.
Peserta penuh Munas ke-VII kali ini harus objektif dalam memilih Ketum berikutnya agar dapat membentuk kepengurusan periode 2026-2030 yang solid dan bermanfaat untuk anggota dan dampingan Koperasi dan UMKM seluruh Indonesia dan program strategis nasional di tengah tantangan globalisasi.
Oleh: Irvan Mahmud
Editor: Krisna Wahyu Yanuar






