
Tulungagung – 30 Mei 2026. Dalam rangka melestarikan budaya literasi ala Gen Z, Radar Tulungagung membentuk komunitas melalui “The Connection Club”.
Kegiatan ini bertujuan merajut kebersamaan dan menghidupkan kembali ruang-ruang diskusi dengan nuansa yang hangat bagi para pecinta buku.
Bertempat di Kedai Mie Ayam Mirame, Agenda ini berhasil menawarkan warna baru dalam menikmati dunia literasi. Tidak lagi membosankan melainkan hadir dengan keseruan dan interaktif terlebih saat kehangatan semangkuk Mie ayam menjadi pemantik obrolan yang santai antar peserta.
Kegiatan tersebut berlangsung dengan hangat dan penuh keakraban dengan diikuti oleh sepuluh peserta dari berbagai kalangan, mulai pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga hingga pegiat literasi dari berbagai daerah di Tulungagung sekaligus menjadi wadah untuk saling belajar, berbagi cerita dan tentunya memperluas koneksi.
“The Connection Club” hadir sebagai ruang koneksi yang menyatukan lintas generasi dan latar belakang di Tulungagug. Dimana setiap orang membawa kepedulian yang sama untuk merawat gerakan literasi.
Kegiatan utamanya tentu saja membaca buku bersama. Menariknya semua genre buku dihargai tanpa adanya diskriminasi bacaan. Setiap peserta memiliki ruang untuk saling berbagi insigh, berdiskusi dan saling bertukar perspektif dengan hangat.
Suasana kebersamaan ini terasa semakin lengkap dengan adanya sesi menyantap Mie ayam bersama serta selingan permainan interaktif yang berhasil mencairkan suasana.

Retta, Perwakilan dari Divisi Event Jawa Pos Radar Tulungagung memaparkan visi yang diusungnya bahwa “Kami ingin mengadakan event yang bisa menghubungkan banyak orang melalui berbagai kegiatan.
Jadi di sini tidak melulu bareng temen lama saja,tapi kami juga mencari teman baru untuk mengadakan kegiatan bersama.
Itu alasan kenapa namanya “The Connection Club”. Harapannya, kita memiliki koneksi untuk saling terhubung satu sama lain dalam melakukan berbagai hal positif” Ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai sini, terus menjaga sinergi dan koneksi yang telah terbangun sehingga kolaborasi yang terjalin tetap berkelanjutan karena serangkaian event seru lainnya yang patut dinantikan.
Event ini dinilai mampu memberikan sinyal positiv bagi pegiat literasi di Tulungagung. Bahwa melalui forum ini membaca bukan lagi menjadi aktivitas yang membosankan, melainkan sebuah ruang perjumpaan yang menyenangkan.
Di sini kita bisa saling bertukar fikiran, berbagi insigh dan memperluas sudut pandang. Menariknya bacaan mereka sering kali menjadi pemantik inspirasi sekaligus menyumbang daftar wishlist baru untuk petualangan literasi kita selanjutnya.
Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan komitmen untuk terus menjaga koneksi yang sudah terbangun pada pertemuan-pertemuan berikutnya.
Bagi para pegiat literasi di Tulungagung event ini dinilai bahwa membaca dan berdiskusi menjadi rutinitas akhir pekan yang sangat menyenangkan sekaligus mengenyangkan.






