Feature

Mengatasi Perut Lapar, Makanan Lokal Desa Jajar “Cukdeh” Menjadi Pilihan Pertama Masyarakat Lokal

×

Mengatasi Perut Lapar, Makanan Lokal Desa Jajar “Cukdeh” Menjadi Pilihan Pertama Masyarakat Lokal

Sebarkan artikel ini

TRENGGALEK — Cukdeh, akronim dari Pincuk Lodeh, merupakan kuliner tradisional yang masih digemari masyarakat Desa Jajar, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek.

Makanan yang menyerupai sompil ini dibuat oleh Ibu Golah dan memiliki keunikan pada nama, cita rasa, serta cara penyajiannya yang menggunakan daun jati.

Nama “Cukdeh” bermula dari inisiatif Kepala Desa Jajar untuk memberikan identitas khas pada makanan yang sebelumnya dikenal sebagai sompil.

Penamaan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan kuliner khas Desa Jajar yang juga merupakan salah satu makanan favorit Kepala Desa.

Cukdeh memiliki cara penyajian yang berbeda dari sompil pada umumnya. Jika sompil biasanya disajikan menggunakan piring atau daun pisang, Cukdeh disajikan di atas daun jati sehingga menghadirkan kesan tradisional yang lebih kuat.

Penggunaan daun jati juga dipercaya dapat mempertahankan aroma dan cita rasa makanan. Cara penyajian tersebut memberikan pengalaman tersendiri saat menikmati Cukdeh dibandingkan ketika makanan disajikan menggunakan piring, plastik, atau kertas minyak.

Keunikan Cukdeh juga terletak pada cita rasanya. Makanan ini dilengkapi sayur lodeh bersantan yang berwarna kuning, pedas, dan kaya rempah, dengan isian berupa pepaya, kacang panjang, nangka muda, serta bahan lainnya.

Kuah santan yang kental dan gurih dipadukan dengan tempe goreng berukuran besar yang dibalut tepung gaplek. Perpaduan tersebut menghasilkan cita rasa khas yang mencerminkan karakter kuliner Trenggalek yang medhok.

Proses pembuatan Cukdeh tidak jauh berbeda dari pembuatan sompil. Beras terlebih dahulu dicuci, kemudian dimasukkan ke dalam daun pisang, digulung, diikat menggunakan lidi, dan direbus hingga matang.

Lontong direbus selama kurang lebih tiga jam. Proses perebusan yang cukup lama membuat tekstur lontong menjadi lebih padat sehingga terasa lebih nikmat ketika dipadukan dengan kuah lodeh.

Di tengah perkembangan makanan modern, Cukdeh menunjukkan bahwa kuliner tradisional masih memiliki tempat di tengah masyarakat.

Ibu Golah turut menjaga keberadaan makanan khas tersebut agar tetap dikenal dan dinikmati oleh masyarakat Desa Jajar.

Cukdeh bukan sekadar makanan untuk mengenyangkan perut. Nama, bahan, cita rasa, hingga cara penyajiannya menjadi bagian dari identitas sekaligus cerita kuliner masyarakat Desa Jajar.

Advertisements