
Ketika ribuan jemaah melantunkan sholawat dan zikir secara khusyuk di arena panggung utama, sekumpulan pemuda sibuk meniup peluit dan mengibaskan rompi di tepi jalan. Mereka adalah barisan panitia keamanan dan parkir.
Para alumni dan relawan ini merelakan peluh dan rasa lelah demi melayani lebih dari 6.000 jemaah Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) di PP Al-Amanah 2 Bahrul ‘Ulum Tambakberas, Jombang, sejak Selasa (25/8/2026) hingga Rabu (26/8/2026).
Mengatur arus kendaraan ribuan jemaah di kawasan jalan perkampungan pesantren tentu membutuhkan taktik matang. Panitia harus memutar otak agar jalur Ngledok dan Mojokrapak tidak mengalami macet total.
Merancang Zonasi dan Rangkul Akamsi
Sejak Selasa pagi, panitia lokal dan alumni langsung bersiap di lapangan. Rombongan jemaah luar Jawa dan luar Jawa Timur mulai memadati area pesantren secara bergelombang dari pagi hingga sore hari.
Sebelum hari pelaksanaan, panitia menggelar rapat konsolidasi bersama tim keamanan JATMAN, pengurus lokal, dan tokoh masyarakat. Panitia membagi zonasi parkir secara rapi untuk jemaah luar Jawa, jemaah luar Jatim, hingga warga lokal Jombang.
Urusan parkir motor yang biasanya bikin pusing pun terpecahkan berkat kearifan lokal. Pelataran rumah tetangga, gang-gang kecil, hingga halaman masjid yang persis berada di dekat titik parkir jemaah luar Jatim, disulap menjadi kantong darurat yang aman. Di sela-sela mengatur kendaraan, terselip obrolan asik dan ngopi santai bareng warkamsi (warga kampung sini) yang dengan ikhlas merelakan halaman rumah dan masjidnya dihinggapi rombongan musafir.
Menyambut Musafir dari Riau hingga Lampung

Momen menyambut kedatangan jemaah dari luar pulau memberikan kesan mendalam bagi para petugas lapangan. Rombongan dari Riau, Jambi, hingga Lampung datang menggunakan bus besar dan mobil pribadi.
Beberapa jemaah mengaku menempuh perjalanan darat dan laut selama berhari-hari demi menghadiri majelis ikhtiar batin Muktamar NU ke-35 ini. Senyum ramah panitia saat menyambut dan mengarahkan rombongan langsung meluruhkan rasa lelah para musafir seberang pulau tersebut.
Menerapkan Sistem Drop-Off Anti-Macet
Untuk mencegah penumpukan kendaraan di gang depan pondok, panitia menerapkan sistem drop-off yang terukur. Bus dan mobil pribadi langsung masuk ke area parkiran dalam pondok untuk menurunkan penumpang beserta barang bawaan.
Setelah penumpang turun, panitia mengarahkan kendaraan menuju lokasi parkir luar. Panitia juga menyediakan armada antar-jemput khusus untuk mengantar para sopir kembali ke lokasi acara. Dalam beberapa kesempatan, panitia bertindak sebagai “joki valet” yang memarkirkan langsung mobil para tamu ke titik yang aman.
Siaga Medis RSNU Jombang dan Pengamanan Malam

Kesiagaan acara semakin lengkap pada Rabu pagi (26/8/2026) saat agenda Rakornas berlangsung. Tim kesehatan dan medis gratis dari RSNU Jombang mengoperasikan satu unit ambulans dan posko pemeriksaan di lokasi acara. Petugas medis sigap memeriksa kondisi jemaah maupun panitia yang mulai kelelahan setelah mengawal acara sejak malam hari.
Memasuki jam krusial usai Maghrib, ribuan jemaah lokal Jombang membanjiri lokasi dengan sepeda motor. Satuan pengamanan Security Rummy Army merapat ke lokasi untuk memperkuat panitia alumni. Kerja sama lintas elemen ini berhasil menjaga kelancaran arus lalu lintas hingga seluruh rangkaian acara selesai.
Kelancaran majelis besar JATMAN di Tambakberas tidak hanya lahir dari narasi di atas panggung utama. Keberhasilan acara ini berdiri kokoh di atas kerja keras panitia parkir, keramahan warga lokal, cerita perjuangan para musafir, serta kesiagaan tim medis RSNU Jombang di tepi jalan.






