Nasional

Gempa NTT M 7,7: 48 Warga Meninggal dan Ribuan Orang Mengungsi

×

Gempa NTT M 7,7: 48 Warga Meninggal dan Ribuan Orang Mengungsi

Sebarkan artikel ini

Kerusakan Parah Bangunan Akibat Gempa NTT

Dokumentasi LMI Pusat (eks)
Dok. LMI Pusat (eks)

NTT, Urupedia.id — Bencana Gempa NTT bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur. Petugas gabungan terus mendata dampak kerusakan di berbagai wilayah terdampak hingga Sabtu (15/8) malam.

Data sementara BNPB per Sabtu (15/8) pukul 21.00 WIB mencatat 48 orang meninggal dunia dan 110 warga luka-luka. Musibah Gempa NTT ini juga memaksa 3.839 warga mengungsi ke lokasi aman.

Guncangan gempa merusak ratusan rumah warga. BNPB mencatat 373 rumah warga mengalami kerusakan, meliputi 159 rusak berat, 47 rusak sedang, dan 167 rusak ringan.

Gempa juga merusak puluhan fasilitas umum. Kerusakan mencakup 36 sekolah, 211 fasilitas kesehatan, 1 gudang Bulog, 5 rumah ibadah, serta 6 kantor pemerintah.

Dampak Gempa NTT Terasa Hingga NTB dan Sulsel

Dampak guncangan gempa meluas hingga ke luar wilayah Nusa Tenggara Timur. Warga di sejumlah kabupaten tetangga ikut merasakan getaran hebat tersebut.

BPBD Kota Bima memastikan kondisi masyarakat Nusa Tenggara Barat tetap kondusif. Tim BPBD terus memantau lapangan untuk memverifikasi dampak guncangan di wilayah NTB

Sementara itu, warga Kabupaten Kepulauan Selayar mendirikan posko pengungsian di tiga lokasi. Posko tersebut berada di Kecamatan Pasimarannu, Pasilambena, dan Takabonerate.

Tim Kemanusiaan Salurkan Bantuan Logistik

Dok. LMI Pusat (eks)

Sejumlah lembaga kemanusiaan bergerak cepat membantu para korban Gempa NTT. Relawan Nusantara Penanggulangan Bencana (RNPB) Laznas LMI menerjunkan personel untuk menyalurkan bantuan logistik.

Perwakilan LMI, Susanto, menegaskan fokus utama tim saat ini adalah menyalurkan kebutuhan pokok warga.

“Tim kami berkoordinasi dengan petugas di lapangan. Kami memastikan bantuan pangan dan kebutuhan dasar langsung menjangkau warga terdampak,” ujar Susanto.

Petugas gabungan masih melakukan pencarian dan verifikasi data. Jumlah korban serta kerusakan bangunan berpotensi bertambah seiring masuknya laporan terbaru.

Advertisements