Nasional

GPAN Kediri Hidupkan Kembali Memori Permainan Tradisional dan Sastra Anak Melalui “Hompimpa Festivaria Sastra Anak Dahanapura”

×

GPAN Kediri Hidupkan Kembali Memori Permainan Tradisional dan Sastra Anak Melalui “Hompimpa Festivaria Sastra Anak Dahanapura”

Sebarkan artikel ini
Foto Kegiatan GPAN Kediri-Dok.Istimewa

Urupedia-Gerakan Perpustakaan Anak Nusantara (GPAN) Regional Kediri sukses menggelar kegiatan bertajuk Hompimpa! Festivaria Sastra Anak Dahanapura, bertempat di Warung Setono Goerih Kota Kediri. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Jum’at sampai Minggu (18-20/09/2026). kegiatannya yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 19.00 WIB ini disemarakkan oleh serangkaian agenda literasi, mulai dari Bazar Buku dan Pameran, peluncuran buku, hingga berbagai pertunjukan seni anak.


Ketua Pelaksana Acara, Gema Rohukkah Khumaini (Mas Gema), menjelaskan bahwa nama Festivaria merupakan akronim dari Festival Ceria, sedangkan kata Dahanapura diangkat dari nama kuno Kediri, yaitu Daha, yang menandakan wilayah gerak utama kegiatan ini di Kediri Raya. Lebih lanjut, kata Hompimpa dipilih untuk membangkitkan kembali ingatan kolektif masyarakat akan permainan tradisional.


“Hompimpa ini mencoba me-recall kembali ingatan kolektif tentang kebiasaan bermain tradisional. Dulu, apa pun permainannya, kita pasti menggunakan kata ‘Hompimpa’. Ini kami adopsi karena fokus kegiatan kami tidak hanya pada sastra, tetapi juga permainan tradisional,” ujar Gema. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi ruang nostalgia sekaligus wadah melestarikan permainan komunal di tengah maraknya permainan digital.


Puncak Kegiatan pada hari Minggu, 20 September 2026, diawali dengan pembukaan resmi pada pukul 08.00–09.00 WIB. Memasuki sesi utama pukul 09.00–11.55 WIB, acara diisi dengan Penghargaan Karya dan Launching Buku Cerita Anak Dwibahasa. Suasana semakin hangat dengan penampilan selingan Sing A Song pada pukul 09.45 WIB, yang dilanjutkan dengan peluncuran buku Antologi Puisi Anak, Penampilan Dongeng Anak, serta peluncuran buku Antologi Kritik Sastra Anak.


Sementara itu, Ketua GPAN Regional Kediri, Alisa Anggun Tyas, mengungkapkan rasa syukurnya atas terlaksananya acara ini. Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Bahasa dalam program Fasilitasi Komunitas Sastra.


“Tahun 2025 lalu kami mendapat bantuan untuk kategori Fasilitasi Komunitas Literasi, dan tahun ini alhamdulillah lolos lagi sebagai Komunitas Sastra. Harapannya, anak-anak di Kediri bisa mendapatkan bahan bacaan sastra anak yang bagus seperti cerita,

puisi, dan tembang dolanan, sekaligus merasakan kembali serunya permainan tradisional,” jelas Alisa.


Alisa juga berharap kolaborasi yang terjalin dengan berbagai pihak seperti komunitas literasi Kediri Raya, GPAN Tulungagung, penerbit, pelapak buku, hingga pihak sekolah dapat terus berlanjut.


“Festival ini diharapkan mampu memicu semangat komunitas lain di Kediri untuk ikut mengakses bantuan fasilitas dari pemerintah demi memajukan ekosistem sastra anak secara berkelanjutan,” tandasnya.

Advertisements