Nasional

Empat Kandidat Ketum PBNU Mengemuka, Ketika Sidang Muktamar Memanas di Tambakberas

×

Empat Kandidat Ketum PBNU Mengemuka, Ketika Sidang Muktamar Memanas di Tambakberas

Sebarkan artikel ini

JOMBANGUrupedia.id- Persaingan menuju kursi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin menarik perhatian.

Memasuki Jumat, 28 Agustus 2026, empat nama yang disebut-sebut sebagai kandidat Ketua Umum PBNU tampil dalam rangkaian agenda Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang.

Keempat nama tersebut adalah Gus Yahya, Gus Kikin, Gus Salam, dan Gus Hery.

Mereka mengikuti rangkaian kerja muktamar, mulai dari Sidang Pleno 1, Sidang Pleno 2 hingga pembahasan dalam komisi-komisi.

Kehadiran empat figur tersebut di tengah padatnya agenda persidangan membuat atmosfer politik organisasi terbesar di Indonesia itu semakin menjadi sorotan.

Forum-forum muktamar kini tidak hanya menjadi ruang pembahasan program dan keputusan organisasi, tetapi juga menjadi panggung penting bagi pertarungan gagasan menjelang pemilihan ketua umum.

Poster yang beredar menampilkan empat figur tersebut dengan narasi dan tawaran masing-masing.

Gus Yahya membawa tema “Merawat Jam’iyyah, Membangun Peradaban”. Gus Kikin mengusung “Khidmah, Keilmuan dan Kemandirian NU”.

Sementara Gus Salam ditampilkan dengan gagasan “Menguatkan Persatuan, Merawat Tradisi”, sedangkan Gus Hery membawa narasi “Pengabdian Total untuk NU dan Umat”.

Dinamika semakin menarik karena seluruh proses berlangsung di tengah forum resmi muktamar.

Setiap sidang, komisi, hingga komunikasi antarpeserta berpotensi menjadi ruang bertemunya kepentingan, gagasan, dan dukungan politik organisasi.

Namun demikian, beredarnya nama-nama kandidat tersebut belum berarti keputusan final mengenai siapa yang akan memimpin PBNU. Penentuan kepemimpinan tetap harus mengikuti mekanisme dan tata aturan yang berlaku dalam Muktamar ke-35.

Kini perhatian warga Nahdliyin tertuju pada satu pertanyaan besar yakni siapa yang mampu mengonsolidasikan dukungan dan membawa gagasan paling kuat untuk menentukan arah NU setelah Muktamar ke-35, Khidmah dan niat tulus lillahi ta’ala

Di Tambakberas, pertarungan bukan sekadar perebutan kursi. Ia adalah pertarungan gagasan tentang masa depan jam’iyyah, tradisi, kemandirian, persatuan, dan peran NU dalam membangun peradaban.

Advertisements