Berita

Halal Bihalal di Trenggalek, KH. Marzuki Mustamar: Indonesia Harus Dijaga

×

Halal Bihalal di Trenggalek, KH. Marzuki Mustamar: Indonesia Harus Dijaga

Sebarkan artikel ini

Trenggalek, Urupedia – Pondok Pesantren Darussalam Karangan agendakan halal bihalal bekerjasama dengan wali santri beserta alumni yang bertempat di halaman Pondok Pesantren Darussalam, Sabtu (04/06/2022).

Halal bihalal ini mendatangkan KH. Marzuki Mustamar selaku Ketua Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

Sebelum datang ke Pondok Pesantren Darussalam, KH. Marzuki Mustamar sore harinya menghadiri halal bihalal di gedung NU Trenggalek, Setelah itu beliau memancing bersama di Jembatan Punten Sukowetan (JPS) Karangan bersama Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Trenggalek, KH. M. Fatkhulloh Sholeh dan Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin.

Fathul Munit, Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pengurus Anak Cabang (PAC) Karangan menuturkan bahwa suatu kehormatan bagi GP Ansor PAC Karangan karena bisa mengawal saat acara mancing tersebut. Apalagi yang ia kawal adalah Ketua PWNU Jawa Timur dan JPS tersebut juga merupakan binaan Ketua Ranting GP Ansor Sukowetan.

urupedia media urup Halal Bihalal dan mancing di Trenggalek KH. Marzuki Mustamar: Indonesia Harus Dijaga
Foto saat KH. Marzuki Mustamar mancing di JPS Karangan dengan didampingi Ketua PCNU Trenggalek dan Bu[ati Trenggalek

“Dengan dukungan dan doa beliau semoga acara PKD (Pelatihan Kepemimpinan Dasar) dan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) tanggal 17-19 Juni ini bisa berjalan dengan lancar dan sukses, serta kedepan wahana JPS semakin baik dan ramai,” harap Fathul Munit setelah KH. Marzuki Mustamar mancing di JPS tersebut.

Sebagai Informasi, dalam waktu dekat ini GP PAC Ansor Karangan akan melaksanakan PKD dan Diklatsar.

Setelah mancing di JPS Karangan, KH. Marzuki Mustamar lantas menghadiri halal bihalal di Pondok Pesantren Darussalam.

Sebelum ber-mauizah, beliau menuturkan kalau ingin membahas masalah kebangsaan, karena saat ini banyak warga negara yang memicu perpecahan antar saudara.

“Indonesia ini harus dijaga karena negeri ini amanah dari Allah, buktinya saja sudah banyak,” tuturnya.

Beliau juga menjelaskan bahwa negeri ini tetap menjaga makam para Ulama dan juga menjaga shohih Bukhari Muslim tafsir asli, yang mana semua itu di negeri Arab sudah dihilangkan semua, dan juga tafsirnya pada diganti.

“Kalau negara ini tidak dijaga, bubarlah Ahlus Sunnah wal Jamaah. Bagi NU, jaga negara sama wajibnya dengan jaga agama,” tegasnya.

Pada akhir acara, beliau melontarkan pertanyaan yang bisa mengokohkan cinta kita terhadap tanah air.

“Cinta tanah air itu sunah Rasul atau bid’ah?” Tanya KH. Marzuki kepada hadirin.

Cinta tanah air merupakan sunah Rasul, karena dulunya nabi juga mencintai tanah airnya, seperti yang dijelaskan dalam sebuah hadis.

“Ada di dalam kitab shohih Bukhari bab safar dijelaskan bahwa nabi jika bepergian lama, beliau kangen dengan Madinah. Karena kangennya itu, pada saat naik unta, ketika beliau sudah melihat menara masjid di Madinah untanya dicambuk supaya cepat-cepat bisa sampai,” pungkas KH. Marzuki Mustamar tersebut.

Penulis: Irfan Shidqon. N

Editor: Munawir Muslih

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *