
Urupedia.id- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tulungagung Rayon Bahasa Avicenna menggelar kegiatan diskusi yang mengangkat tema “Sastra Sebagai Kritik Sosial: Suara Sastrawan Indonesia di Era Reformasi,” bertempat di Warkop Gayeng, Rabu (11/03/2026) pukul 15.00 WIB sampai selesai.
Kegiatan tersebut dihadiri kurang lebih 17 peserta dengan mengundang pemateri dari Jurusan Bahasa Indonesia yang sedang menjabat sebagai Ketua dan Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa Indonesia, yaitu Erika Diyah Ayu Utari dan M. Fajar Sodiq.
Nizam selaku Ketua pelaksana juga menjelaskan bahwa diadakan kegiatan diskusi tersebut sebenarnya untuk Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari hasil Pelatihan Kader Dasar PMII Avicenna. Lebih lanjut, Ia juga mengatakan bahwa tema yang diambil itu supaya sahabat-sahabat paham mengenai sastra secara dasar, karena kebanyakan isu-isu diskusi yang sering dibahas adalah isu-isu sosial, sehingga sebagian sahabat ada yang masih belum paham mengenai sastra.
“Tujuan mereka mengambil diskusi bertemakan sastra di era reformasi, selain mempertajam wawasan dari temen-temen TBIN juga memberikan wawasan terhadap sahabat-sahabat rayon terkait sastra pada masa era reformasi,” ungkap Nizam ketika diwawancarai oleh TIM Urup.
Selain itu, Nizam juga mengemukakan bahwa kegiatan diskusi tersebut dijadikan sebagai sebuah momentum untuk membranding Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Rayon Bahasa Avicenna.
“PMII tidak hanya mengkaji materi tentang isu-isu sosial, namun juga membahas materi fakultatif yang dibutuhkan oleh sahabat-sahabat rayon,” imbuhnya.
Kemudian, Sahabat Mohammad Ziya’ul Anwar selaku Ketua Rayon Bahasa Avicenna juga berpesan kepada para kader PMII Rayon Bahasa Avicenna untuk selalu berupaya mengasah kemampuan berpikir, berdialog, serta memperkuat tradisi intelektual yang menjadi ciri khas kader PMII melalui forum-forum diskusi yang diadakan oleh para sahabat di Rayon bahasa Avicenna.
“Saya berharap kegiatan bermanfaat dan dapat menumbuhkan semangat literasi di kalangan kader PMII Rayon Bahasa Avicenna,” tandasnya
Oleh: Al Fatih











