
Urupedia.id- Dimulai dari pagi hari, 10.00 WIB dengan pembukaan, gelaran lomba aduan layang-layang bersama Karang Taruna dan GP Ansor Sukorejo digelar. Agenda ini merupakan rangkaian acara memepringati HUT ke-80 Republik Indonesia.
Berlokasi di lapangan Desa Sukorejo, Karangrejo-Tulungagung, antusiasme masyarakat dan peserta amat riuh dan melimpah. Sejumlah 64 peserta mengikuti perlombaan yang unik ini dan ratusan warga ikut serta memeriahkan.
Sebagai ajang merevitalisasi permainan tradisional, lomba semacam ini juga mampu mengasah daya sosial, giat rivalitas dan solidaritas dari anak-anak muda maupun masyarakat dewasa warga Sukorejo, tutur Sahabat Aqil selaku ketua Karang Taruna Sukorejo.

Selain itu, Sahabat Hamdani yang menjabat sebagai ketua ranting GP Ansor Sukorejo juga menambahkan bahwa “dengan ramainya anak-anak bermain layang-layang, kami berinisiatif guna menggelar acara ini, agar potensi itu terawat, bisa juga upaya menjeda penggunaan gawai yang masif. Seperti para pejuang dulu merawat bangsa Indonesia”.
Di terik matahari yang menyengat, para peserta masih semangat berlomba, hingga ditemukan tiga juara utama dan lainnya terdaftar sebagai peserta favorit. Panitia dalam agenda ini merupakan kolaborasi produktif dari dua organisasi kepemudaan yang aktif di desa Sukorejo. Kolaborasi semacam ini sangat baik untuk ditiru dalam memeriahkan gelaran seremoni Hari Kemerdekaan.
Dari pihak pemerintahan desa Sukorejo sangat mengapresiasi kegiatan ini, dengan dihadiri oleh Kepala Desa, beserta perangkat, Babinsa, Babinkamtibmas, dan elemen-elemen tingkat kecamatan, agenda ini berlangsung meriah dan penuh semangat. Menggeser hal umum yang biasanya terkait lomba tarik tambang, panjat pinang dan lomba-lomba mainstream, geliat dua lembaga kepemudaan tingkat desa ini patut diacungi jempol.
Salah seorang masyarakat, bernama Adimas punmenuturkan “semoga agenda ini digelar terus dari tahun ke tahun, menunjukkan bahwa hidup di desa tidak seburuk yang dibayangkan. Semuanya serba santai dengan pacuan menarik, disimbolkan dalam lomba ini”.
Berlanjut sore hari, acara selesai dengan ditutup oleh gerak para pasukan Bank Sampah desa Sukorejo yang masih tertib melestarikan budaya bersih-bersih dengan watak gotong royong bersama panitia dan seluruh warga. []






