Berita

UGM Kena Semprot Bupati Trenggalek, Kunjungan ke Tambang Emas Dinilai Abaikan Aspirasi Warga

×

UGM Kena Semprot Bupati Trenggalek, Kunjungan ke Tambang Emas Dinilai Abaikan Aspirasi Warga

Sebarkan artikel ini
https://www.tempo.co/lingkungan/bupati-trenggalek-kecam-kunjungan-rombongan-dari-ugm-ke-lokasi-tambang-emas-2071477

TrenggalekUrupedia.id- Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) mendapat sorotan tajam dari Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, usai mengajukan izin kunjungan ke wilayah tambang emas di Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak. Permohonan izin tersebut ditujukan langsung ke PT Sumber Mineral Nusantara (SMN), anak usaha Far East Gold (FEG), tanpa tembusan ke Pemerintah Kabupaten Trenggalek.

Dalam surat bertanggal 1 September 2025, UGM meminta izin mendampingi rombongan Society of Economic Geologists (SEG) dalam kegiatan Pre-Conference Field Trip SEG 2025. Rencananya, field trip ini akan membawa mahasiswa dan profesional geologi internasional untuk melakukan observasi lapangan di Prospek Dalang Turu, Trenggalek.

Namun langkah ini dinilai menyinggung sensitivitas publik. Pasalnya, rencana eksplorasi tambang emas di Trenggalek telah lama menuai penolakan warga karena dianggap berpotensi merusak ekologi, sumber air, serta kawasan lindung.

Reaksi Keras Bupati

Melalui akun media sosial resminya, Bupati Trenggalek, yang akrab disapa Mas Ipin, menegaskan bahwa izin semacam itu bukan kepada swasta, melainkan kepada rakyat.

“Menggandeng swasta yang jelas-jelas mendapat penolakan warga sama saja mengabaikan aspirasi publik. Izin itu ke rakyat, bukan ke swasta,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kampus mestinya berpihak pada kepentingan publik, bukan justru membuka ruang legitimasi bagi aktivitas tambang yang berpotensi merusak lingkungan.

“Kalau ingin melakukan penelitian untuk kepentingan pengayaan ilmu di Kabupaten Trenggalek, tidak perlu bersurat pun pasti saya balas. Tapi kalau menggandeng swasta yang ditolak warga, tolong hati-hati,” tambahnya.

Isi Surat UGM

Dalam dokumen yang beredar, Fakultas Teknik UGM melalui Departemen Teknik Geologi mengajukan rencana kunjungan ke SMN pada 18 September 2025. Itinerary mencantumkan observasi inti bor di kantor SMN serta kemungkinan kunjungan ke area prospek Dalang Turu. Surat tersebut ditandatangani oleh Ketua Departemen Teknik Geologi, Dr. Agung Setianto, dan Koordinator Field Trip, Dr. Lucas Donny Setijadji.

Selain surat, turut dilampirkan daftar peserta yang terdiri dari peneliti asing, perwakilan perusahaan tambang global, serta mahasiswa UGM sebagai relawan.

Dokumentasi Lapangan

Sebuah foto yang beredar juga memperlihatkan perwakilan UGM bersama peneliti asing, aparat keamanan, serta pihak PT Sumber Mineral Nusantara. Hal ini semakin memicu polemik, lantaran publik menilai kampus terkesan memberi legitimasi terhadap aktivitas perusahaan tambang yang sejak lama ditolak warga Trenggalek.

Polemik Tambang di Trenggalek

Penolakan terhadap tambang emas di Trenggalek sudah berlangsung bertahun-tahun. Warga dan aktivis lingkungan menilai eksploitasi emas di kawasan hutan lindung berisiko menimbulkan bencana ekologis, mengancam sumber air, serta mengganggu ruang hidup masyarakat.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik, menempatkan UGM pada posisi dilematis antara kepentingan riset akademis dengan sensitivitas sosial-ekologis di daerah.

Advertisements
Index