Berita

GEGER! Susunan Kabinet PBNU 2026–2031 Beredar, Nama Kiai Besar hingga Tokoh Muda Masuk Barisan

×

GEGER! Susunan Kabinet PBNU 2026–2031 Beredar, Nama Kiai Besar hingga Tokoh Muda Masuk Barisan

Sebarkan artikel ini
Dokumentasi: MUI

JOMBANGUrupedia.id– Jagat Nahdlatul Ulama (NU) digegerkan dengan beredarnya sebuah poster yang memuat susunan kabinet Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031.

Poster tersebut mengusung nama kabinet “Persatuan & Perbaikan” dan mencantumkan sejumlah nama kiai serta tokoh NU dalam struktur Syuriah dan Tanfidziyah.

Dalam poster yang beredar, jajaran Mustasyar PBNU diisi Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin, KH. Nurul Huda Jazuli, dan KH. Miftachul Akhyar.

Sementara pada jajaran Syuriah, nama Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj tercantum sebagai Rais ‘Aam.

Ia didampingi KH. Yahya Cholil Staquf dan KH. Kafabihi Mahrus Ali sebagai Wakil Rais ‘Aam. Posisi Katib ‘Aam tercantum nama KH. Abdussalam Shohib Bisri Syansuri.

Yang paling menyita perhatian adalah komposisi Tanfidziyah.

Poster di akun tiktok @seputarmuktamar tersebut mencantumkan KPH. Hery Haryanto Azumi Pujonagoro sebagai Ketua Umum PBNU, didampingi tiga Wakil Ketua Umum, yakni Dr. KH. Abdul Ghoffar Rozin, Dr. KH. Andi Jamaro Dulung, dan Dr. KH. Endin AJ. Soefihara.

Posisi Sekretaris Jenderal tercantum Dr. Tengku KH. Fadli Yasir, sedangkan Bendahara Umum diisi H. Asmui Suhaimi.

Kemunculan poster ini berpotensi menjadi salah satu informasi paling menarik di tengah momentum Muktamar ke-35 NU.

Sebab, susunan kepengurusan PBNU bukan sekadar pembagian jabatan, melainkan mencerminkan arah politik organisasi, konfigurasi kekuatan ulama, serta agenda besar NU untuk lima tahun mendatang.

Namun demikian, poster yang beredar tersebut perlu dikonfirmasi kepada panitia atau PBNU terkait untuk memastikan statusnya sebagai susunan resmi atau masih sebatas informasi yang beredar di publik.

Jika susunan tersebut benar-benar ditetapkan, kabinet bertajuk “Persatuan & Perbaikan” akan menghadapi tantangan besar: menyatukan kembali berbagai kekuatan internal NU sekaligus menerjemahkan jargon persatuan menjadi kerja organisasi yang konkret.

Muktamar belum berhenti pada perebutan posisi.

Justru setelah nama-nama tersusun, pertarungan sebenarnya dimulai, ke mana NU akan dibawa selama lima tahun ke depan?

Advertisements