
Urupedia-Tulungagung, 18 juni 2026, LSO kesenian Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Bahasa Avicenna Komisariat UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung sukses menggelar malam kebudayaan bertempat di bento kopi Tulungagung dengan mengangkat tema “Nglestarekne Tradisi Lokal Bumi Gayatri ing Tengah Owah-owahan Zaman.” Tema ini diangkat sebagai bentuk kepedulian dalam pelestarian budaya lokal ditengah perkembangan zaman.
Acara terbuka untuk umum dan dihadiri oleh pegiat budaya, masyarakat umum, dan kader pmii. Kegiatan ini menghadirkan Agus Utomo, S.kep.,Ns seorang budayawan sebagai narasumber dan dipandu oleh moderator zaskia ayu salma.
Tujuannya digelar kegiatan tersebut adalah untuk wadah mengenalkan, menjaga, dan melestarikan budaya lokal khususnya budaya Bumi Gayatri di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan ruang bagi masyarakat dan generasi muda khususnya mahasiswa untuk lebih mengenal nilai-nilai budaya, tradisi, serta kearifan lokal yang menjadi identitas kita,” Ungkap Muh. Alfan Maulana ketua pelaksana.
Acara diawali dengan pembukaan oleh Muh.alfan langsung dilanjutkan dengan penyampaian materi dan diskusi, serta diakhiri dengan sesi foto bersama sekaligus pemberian penghargaan. Diskusi berlangsung hidup dengan melibatkan peserta untuk bertukar pandangan tentang kondisi budaya lokal saat ini. Berbagai pertanyaan, gagasan, dan pengalaman peserta mewarnai suasana diskusi sehingga tercipta ruang belajar yang hangat serta reflektif.
Dalam kegiatan tersebut, Pemateri menekankan mengenai pemahaman budaya, “Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah yang bentuk jama’ dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia,” Ungkap Agus Utomo, S.kep.,Ns.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antar masyarakat umum, pegiat budaya, dan kader pmii dalam semangat pelestarian budaya. Para peserta tidak hanya diajak memahami budaya tetapi juga sebagai nilai yang perlu dihidupi dalam kehidupan sehari-hari.
Sahabat Alfan selaku ketua pelaksana berhap enerasi muda tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan budaya, tetapi juga menjadi pelaku yang ikut menjaga dan mengembangkan budaya. Di tengah perubahan zaman, budaya harus tetap hidup dengan cara yang kreatif dan relevan.
“Semoga generasi muda memiliki rasa bangga terhadap budaya sendiri, mau mempelajari, melestarikan, dan mengenalkannya kepada masyarakat luas. Karena melalui kebudayaan, identitas dan jati diri suatu bangsa dapat terejawantahkan,,” tandas Muh. Alfan Maulana ketua pelaksana.
Penulis: Sahabat Eka
Editor: Al Fatih








