Berita

Perteguh Spirit Kebangsaan, PMII Rayon Jalaluddin Rumi Diskusikan Nasionalisme

×

Perteguh Spirit Kebangsaan, PMII Rayon Jalaluddin Rumi Diskusikan Nasionalisme

Sebarkan artikel ini

TULUNGAGUNG – Guna memperkuat fondasi ideologi dan rasa cinta tanah air di kalangan mahasiswa, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Jalaluddin Rumi menggelar diskusi rutin bertajuk “Dialektika, Etika, dan Logika” (Dialektika).

Forum yang dilaksanakan pada Jumat (8/5/2026) ini secara khusus membedah diskursus nasionalisme dalam konteks tantangan kontemporer. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pengurus serta kader Rayon Jalaluddin Rumi.

Diskusi ini bertujuan untuk merekonstruksi pemahaman kader mengenai nasionalisme agar tidak hanya dipahami secara romantis, namun juga secara kritis dan aplikatif dalam kehidupan berbangsa. Menakar Nasionalisme dalam Ruang Dialektis Forum Dialektika kali ini menyoroti pentingnya integrasi antara nilai-nilai spiritualitas dan semangat kebangsaan.

Dalam pembahasannya, nasionalisme dipandang sebagai manifestasi dari etika bernegara yang harus didukung oleh nalar logika yang sehat. “Nasionalisme bagi kader PMII bukan sekadar slogan, melainkan sebuah tanggung jawab moral dan intelektual untuk menjaga keutuhan NKRI di tengah arus globalisasi,” ujar salah satu pemantik diskusi dalam forum tersebut.

Nasionalisme Ala Soekarno Nasionalisme menurut Soekarno bukanlah nasionalisme yang sempit atau chauvinistik (yang menganggap bangsanya paling hebat dan merendahkan bangsa lain). Bagi Soekarno, nasionalisme Indonesia harus bersifat humanis dan inklusif.

Nasionalisme yang tidak hanya mengejar kemerdekaan politik, tetapi juga keadilan sosial. Ia menolak kapitalisme dan imperialisme, menginginkan bangsa yang merdeka sekaligus sejahtera rakyatnya.

Ia mendefinisikan bangsa sebagai sekelompok manusia yang memiliki keinginan untuk bersatu karena adanya persamaan nasib (tanggungan) dan sejarah, yang hidup di atas satu kesatuan wilayah geografis yang utuh (dari Sabang sampai Merauke).

Urgensi Literasi Politik bagi Kader Melalui dialektika ini, para kader diharapkan mampu mengejawantahkan nilai-nilai nasionalisme dalam setiap tindakan akademik maupun sosial. Pengurus Rayon Jalaluddin Rumi menegaskan bahwa kajian seperti ini akan terus dilaksanakan secara konsisten sebagai ikhtiar merawat nalar kritis dan memperkuat basis ideologi organisasi.

Pertemuan ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang menggali korelasi antara pemikiran tokoh-tokoh sufi dengan konsep cinta tanah air (Hubbul Wathon Minal Iman), menciptakan sintesa pemikiran yang mendalam bagi seluruh peserta yang hadir.

Penulis: Sahabat Gading, Ketua Rayon Jalaluddin Rumi

Editor: David Yogi Prastiawan

Advertisements