Trenggalek, Urupedia – Media Urup bersama Forum Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (Format Satu) sukses gelar Diskusi Historika di Warung Adem Ati, Siwalan pada Kamis (1/06/2022) malam.
Diskusi tersebut, menurut ketua umum Media Urup bertujuan untuk menumbuhkan literasi dan mengembangkan cakrawala intelektual di Kabupaten Trenggalek dan nantinya akan rutin dilaksanakan 2 Minggu sekali.
Diskusi ini mengangkat tema “Bedah Sejarah Trenggalek: Menilik Trenggalek dari Dalam dan Luar” yang diisi oleh Harmaji, seorang sejarawan dan di ikuti oleh 30 partisipan.
“Mempelajari sejarah sangat penting bagi kita semua, karena bisa membuat kita tidak kagetan. Sebagai contoh pandemi, sebenarnya pandemi ini sudah pernah ada dari zaman dulu, jika kita sudah tahu pandemi ini dari dulu, kita pasti tidak kaget jika ada pandemi hari ini,” ujar Harmaji.
Dalam penjelasannya, Harmaji menuturkan bahwa Trenggalek ini sudah ada sejak zaman dahulu dan peradabannya juga sangat maju. Hal ini sesuai dengan data dan penemuan yang ditemukan di daerah Trenggalek seperti lumpang, menhir, prasasti, dan lain sebagainya.
“Barang-barang penemuan yang ada di Trenggalek ini bisa punah karena dihancurkan dan bisa hilang karena dibawa dan dijual,” jelasnya.
Menurut data Belanda, Trenggalek ini dulunya dalam satu tahun bisa menghasilkan 80 ribu pikul kopi jenis Robusta, sampai-sampai orang Trenggalek ini bingung untuk membuang uangnya.

Akan tetapi, menurut penjelasan Harmaji tersebut, tanaman kopi di Trenggalek ini menurun karena ada hama yang menyerang ketiak daun kopi dan akibatnya membuat tanaman koi tersebut rusak serta membuat perekonomian menjadi sulit.
“Prasasti yang ditemukan di Trenggalek ada 3, yaitu prasasti Kampak yang angkanya 929, prasasti Kamulan yang berangka 1194 dan prasasti Surondakan yang berangka 1447,” jelas Harmaji.
Menurut Diki, wakil ketua Format Satu menganjurkan agar agenda ini seharusnya tetap ada, agar literasi di Kabupaten Trenggalek menjadi berkembang.
“Saya sangat mengapresiasi dan senang, meskipun ini agenda awal, tapi Alhamdulillah yang datang lumayan banyak,” tandasnya.
Penulis: Munawir Muslih
Editor: Ummi Ulfa. S






