Berita

Bupati Trenggalek Ajak Masyarakat Manfaatkan Hutan Tanpa Merusaknya

×

Bupati Trenggalek Ajak Masyarakat Manfaatkan Hutan Tanpa Merusaknya

Sebarkan artikel ini

Trenggalek, Urupedia – Mochamad Nur Arifin, Bupati Trenggalek mengajak masyarakat untuk memanfaatkan hutan tanpa merusak hutan saat kegiatan sharing keuntungan getah pinus di Agro Park Trenggalek, Rabu (26/10).

Hal ini Bupati Trenggalek sampaikan mengingat banyaknya bencana alam yang melanda Kabupaten Trenggalek, seperti banjir, tanah longsor dan tanah bergerak.

Menurutnya, hutan memang membawa manfaat bagi masyarakat, tapi bukan hanya diambil kemanfaatannya saja melainkan juga harus diremajakan kembali komoditas hutannya.

Manfaat hutan tidak hanya dengan menebang hutan saja, kemudian menggantikan dengan tumbuhan pangan. Melainkan masih banyak lagi opsi-opsi yang berpihak pada kelestarian hutan.

“Hari ini kita menerima sharing getah pinus dari Perhutani. Ada KPH Kediri, mulai dari Tulungagung, Trenggalek, kemudian Nganjuk dan juga Kediri yang difokuskan di sini,” ujar Bupati Trenggalek dilansir dari Dokpim Trenggalek.

Ia mencontohkan meskipun tanaman kayu tidak berbuah, tapi tetap masih dimanfaatkan seperti diambil kayunya untuk pakai rumah.

“Kalaupun tanamannya tanaman kayu yang tidak ada buahnya, bisa kemudian digunakan sebagai rumah kayu atau pun yang lainnya. Sehingga yang dijual bisa pariwisatanya, kemudian kayunya bisa diambil pinusnya,” paparnya.

Bapak Wakil Kepala Divisi Regional (Wakadivre) yang menerimakan, ia menuturkan bahwa ada lebih dari 3 miliar yang telah dibagikan ke LMDH.

“Total ada Rp. 3 koma sekian miliar, dan untuk Trenggalek Rp. 1,2 miliar. Tadi langsung dibagikan ke LMDH. Termasuk kita tadi berdiskusi bagaimana hutan ini bisa menambah penghasilan namun juga mengurangi resiko bencana,” jelasnya.

Ia berharap supaya hutan yang ada bisa lestari. Dimana masyarakat juga dapat penghasilan dan alam juga menjaga ruang hidup. Menurutnya, hal itu bisa mengurangi resiko bencana dan ekonomi masyarakat bisa tumbuh.

“Melestarikan hutan itu jangan dipandang hanya menjadi petani atau menanam sesuatu di hutan saja. Kalau konsepnya hanya menanam sesuatu di hutan akhirnya pilihannya tanaman musiman yang jangka pendek. Sehingga yang ditanam bukan tanaman-tanaman hutan yang dipaksakan. Tentunya lama kelamaan bisa membahayakan juga bagi keberlangsungan kita,” paparnya.

Ia menambahkan kayu yang di tebang seharusnya juga di re-planting. Pihaknya pun juga telah memberikan masukan kepada masyarakat desa hutan sehingga kemudian menanam sesuatu dan kemudian atasnya digunakan untuk berbuat sesuatu juga.

Toni Kuspuja yang merupakan Waka Divre Jatim Perum Perhutani sangat mendukung usulan opsi Bupati Trenggalek mengenai kelestarian lingkungan.

“Tentunya kami sangat mendukung ide-ide baik ini. Pada intinya Perum Perhutani harus mendukung rencana-rencana pembangunan khususnya dikawasan hutan. Kita men-support apapun perencanaan yang dicanangkan oleh Bupati Arifin. Salah satu yang menjadi program prioritas kami adalah percepatan tentunya dengan Pemerintah Kabupaten Trenggalek, masyarakat dan pihak swasta di bidang pariwisata yang supporting terhadap agro,” ujarnya.

Ia juga sangat bangga memiliki bupati yang mempunyai wawasan lingkungan untuk menjaga lingkungan.

“Mari kita jadikan hutan menjadi salah satu benteng, paling pokok yang bisa menjaga atau mengurangi dampakdampak atau resiko terhadap bencana alam yang terjadi,” pungkas Toni Kuspuja.

Advertisements

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *