Trenggalek, Urupedia – Dua mahasiswa berprestasi asal Kabupaten Trenggalek berhasil membawa pulang medali emas dan medali perunggu dalam Kejuaraan Nasional Shokaido Piala Ketua MPR RI. Mereka berdua menyesalkan terkait kurangnya perhatian dari pemerintah kabupaten.
Kejuaraan nasional Shokaido Piala Ketua MPR RI sendiri digelar di Gor Kartika Cilodong, Depok, Jakarta 24-25 September 2022.
Kedua mahasiswa tersebut yaitu Hafidzati Aryani, atau yang akrab dipanggil Hafia. Ia berasal dari Desa Wonocoyo Panggul yang berhasil membawa pulang medali emas kelas U-21 kumite -61 kg.
Kemudian, Widyawati atau yang akrab disapa Widya yang berasal dari Desa Gayam, Panggul. Ia berhasil menyabet medali perunggu kelas senior Kumite -68 kg putri.
Hafia dan Widya, saat dikonfirmasi via WhatsApp, sebelum mengikuti kejuaraan, mereka mempersiapkan segala sesuatunya dengan maksimal, mulai dari fisik, teknik dan full sparing.
“Alhamdulillah senang juga terharu, Berkat latihan dan menjaga latihan fisik juga, ini hasilnya. Pun juga berkat doa kedua orang tua saya, saudara, teman, anak didik saya. Ini merupakan awal dari perjuangan saya, saya ingin lebih giat berlatih supaya bisa menjadi juara di kejuaraan-kejuaraan yang lainnya,” jelas Hafidzati Aryani tersebut.
Hafia merupakan salah satu mahasiswa dari Sekolah Tinggi Pendidikan dan Ilmu Perguruan (STKIP) PGRI Trenggalek. Ia sendiri masih duduk di bangku perkuliahan semester 3 jurusan pendidikan jasmani kesehatan dan rekreasi.
Widya sendiri, merupakan salah satu mahasiswa di Universitas Terbuka Malang. Sekarang ia merupakan mahasiswa semester 3 jurusan D3 perpajakan.
Widyawati, yang berhasil membawa pulang medali perunggu merasa sangat bersyukur dan mengucapkan terimakasih kepada kedua orang tuanya, khususnya yang selalu men-suportnya.
“Saya berharap untuk kedepannya bisa meningkatkan dan berlatih semaksimal mungkin,” ujar Widya.
Widya sendiri berharap agar para atlet yang telah membawa nama baik Kabupaten Trenggalek bisa lebih di perhatikan.
”Semoga atlet atlet yang bertanding dan mengharumkan nama baik trenggalek ini bisa didengar dan diapresiasi oleh bapak bupati,” ujarnya.
Tak jauh beda dengan yang disampaikan oleh Widya, Hafia pun juga berpesan agar para atlet untuk lebih dihargai.
“Pesan saya untuk pak bupati atau Koni Trenggalek, untuk lebih menghargai atlet, jangan eman (nanggung, red). Tahun depan sudah ada Porprov lagi, semoga segera ada seleksi & TC Latihan jauh jauh hari agar hasilnya pun bisa membanggakan kabupaten kita sendiri,” tutur Hafia.






