Malang, Urupedia – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang menyampaikan rasa duka yang mendalam serta mengintruksikan untuk melaksanakan salat ghaib dan tahlil untuk para korban yang meninggal dalam insiden di stadion Kanjuruhan.
Dalam surat instruksi yang ditandatangani PCNU Kota Malang, yaitu oleh KH. Drs. Chamzawl, M.HI (Rais), Ust. Drs. A.Z. Rauf M.HI (Katib), KH. Dr. Isroqunnajah, M.Ag (Ketua), dan Dr. M. Faisol F., M.Ag (sekretaris) pada 2 Oktober 2022 M/8 Rabiul Awal 1444 H.
“Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Malang menyampaikan rasa duka yang mendalam atas wafatnya para korban dalam tragedi Stadion Kanjuruhan Malang pada hari Sabtu, 1 Oktober 2022 M,” tulis dalam surat instruksi tersebut.
Kemudian, PCNU Kota Malang menginstruksikan kepada seluruh jajaran Pengurus Nahdlatul Ulama, Takmir Masjid/Musala di lingkungan NU, segenap Jamaah Tahlil serta seluruh warga Nahdliyyin se-Kota Malang untuk melaksanakan salat gaib dan tahlil yang ditujukan kepada para korban yang meninggal.
“Teriring doa semoga keluarga yang ditinggalkan tabah dan tawakal menerima musibah ini,” lanjutnya.
Tembusan surat tersebut disampaikan kepada Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di Surabaya.
Insiden yang terjadi yang menewaskan ratusan korban jiwa ini terjadi usai pertandingan Derby Jatim antara Persebaya vs Arema (01/10/) malam.
Ada 13 unit kendaraan yang dirusak dan dibakar dan sampai sekarang stadion tersebut ditutup dan dipasang garis polisi.
Editor: Ummi Ulfa







Respon (1)