Trenggalek, Urupedia – Ratusan pendekar Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kabupaten Trenggalek ikut meramaikan acara pawai taaruf Hari Santri Nasional (HSN) Trenggalek 2022, Minggu (06/10/2022).
Pawai taaruf dalam rangka peringatan HSN 2022 ini berangkat dari depan Pendopo Manggala Praja Nugraha Kabupaten Trenggalek dan finish di GOR Gajah Putih.
Terlihat, para pendekar Pagar Nusa yang mengikuti pawai taaruf ini sangat antusias dan merasa semangat dalam meneriakkan jargon.
Pagar Nusa sendiri merupakan organisasi pencak silat di dalam keluarga besar Nahdlatul Ulama yang didirikan di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur pada 22 Rabi’ul Akhir 1406 H/3 Januari 1986 M.
PSNU Pagar Nusa merupakan salah satu Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama yang menaungi seni, olahraga, budaya, tradisi, spiritual dan ketabiban.
Gus Khozin, yang merupakan Dewan Pendekar Pagar Nusa Trenggalek, mengatakan ada 500 pendekar yang ikut meramaikan acara ini.
Menurutnya, para pendekar Pagar Nusa mengikuti pawai taaruf hari santri sebagai rasa syukur. Karena Pagar Nusa juga merupakan santri dari Nahdlatul Ulama.
Ia menjelaskan, bahwa Pagar Nusa merupakan warisan dari para ulama yang harus dilestarikan.
“Dulunya para wali, kiai dan ulama menggunakan pencak silat untuk sarana berdakwah. Oleh karena itu harus kita wariskan dan kita syiarkan,” jelas Gus Khozin.
Dalam barisan Pagar Nusa ini, pada saat diperjalanan selama pawai. Para pendekar Pagar Nusa juga menampilkan atraksi dengan mencambuk dirinya dengan lidi aren yang telah dianyam atau bisa disebut dengan Tiban.

Kemudian, saat sampai di garis finish, semua pendekar Pagar Nusa kompak meragakan salam Pagar Nusa yang dipimpin oleh Gus Khozin.
Saat meragakan salam Pagar Nusa tersebut disaksikan langsung oleh Ketua Cabang NU Trenggalek, Rois Syuriah NU Trenggalek, dan berbagai tokoh lain di Trenggalek.
“Pagar Nusa ini tidak hanya berolahraga dan seni saja. Alhamdulillah, Pagar Nusa yang ada di Trenggalek juga telah menorehkan berbagai prestasi,” ujar Gus Khozin.
Ia mengajak kepada para kaum muda NU, agar masuk dan mengikuti Pagar Nusa. Karena NU mempunyai Banom bagi kaum muda NU yang senang dengan olahraga, bela diri, seni dan lain sebagainya.
Setelah pawai itu dilanjutkan dengan acara istighosah kubra yang dilaksanakan di GOR Gajah Putih. Terlihat para santri Pagar Nusa mengikuti dengan khidmat acara istighosah tersebut.







Respon (1)