Close Ads Here
Close Ads Here
Close Ads Here
Close Ads Here
Feature

Biografi Abdul Hamid Wilis, Pendiri Ansor Trenggalek

×

Biografi Abdul Hamid Wilis, Pendiri Ansor Trenggalek

Sebarkan artikel ini
Biografi Abdul Hamid Wilis, Saksi Sejarah yang Produktif Menulis
Foto Abdul Hamid Wilis saat masih hidup bersama ketua cabang GP Ansor Trenggalek (Sumber: Gus Zakki)

Urupedia Abdul Hamid Wilis lahir pada tahun 1939, dari keluarga Nahdlatul Ulama (NU). Kakek (nenek laki-laki) K.H. Abdul Rozaq dan ayahnya bernama K.H. Khusni. M yang termasuk pendiri NU Kring (Ranting) Ngantru pada tahun 1929 waktu masih menjadi penduduk Ngantru.

Kemudian pada tahun 1931 itu pada waktu K. Imam Syafi’i Pengasuh Pondok Pesantren Keningaran (Nenek H.M Marzuqi) mendirikan NU Kring Surodokan ikut membantu dan menjadi salah satu pengurus Kring, sebab sudah pindah penduduk ke Surodakan. Salah seorang pengurusnya K. Zarkasyi pendiri masjid Az-Zarkasyi, Pandean-Surodokan.

Karir

Abdul Hamid Wilis masuk jajaran Pengurus Cabang NU Trenggalek pada tahun 1962 sebagai pendiri Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Cabang Trenggalek bersama Haimuni Kedunglurah, dan wakil ketua PC Gerakan Pemuda (GP) Ansor di bawah ketua Sarwo Wibisono.

Selanjutnya di GP Ansor sebagai ketua (1964-1975) dan ikut mendirikan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Blitar (1964) dan menjadi komandan Banser Cabang Trenggalek (1964-1975).

Menjadi wakil sekretaris NU Cabang Trenggalek (1963), sekretaris (1971), ketua (1975), dan wakil ketua sampai tahun 1985, yaitu adanya larangan rangkap jabatan dengan Pengurus Harian Partai menjadi ketua LS Mabarrot NU Cabang Trenggalek (2000-2005).

Ketua KBIH LS Mabarrot NU (2000-2004) dan Mustasyar NU Cabang Trenggalek 2005. Sedang sebelum aktif di jajaran NU Cabang Trenggalek telah aktif di IPNU Lirboyo Kediri, Ketua GP Ansor ranting Manggis (1960) ketua PAC GP Ansor Panggul (1961).

Dari masa hidup dan pengalaman dalam NU dan GP Ansor tersebut, maka sempat bertemu dan sering sowan dengan tokoh pendiri NU K.H.M. Bisri Syamsuri (Rois Aam PBNU ke-III, K.H. Machrus Ali, K.H.A Sidiq, serta tokoh NU tingkat nasional dan Jawa Timur lainnya.

Sedang di Trenggalek tempat bertemu (puluhan tahun) dengan tokoh pendiri NU tahun 1929 bapak Kiai Ahmad Mu’in bapak K. M. Yunus yang keduanya pernah menjabat Rois Syuriah NU cabang Trenggalek.

Abdul Hamid Wilis wafat pada Sabtu tanggal 26 Februari 2021 malam. Jenazah almarhum dimakamkan Ahad, (28/02/2021) pukul 09.00 WIB pagi.

Menurut Gus Zakki, ingatan almarhum sangat tajam terhadap sejarah. Tak hanya sejarah awal NU dan Banser, namun juga sejarah Trenggalek di masa kemerdekaan sampai bagaimana G 30 S-PKI merenggut bumi Menak Sopal.

Almarhum Kiai Abdul Hamid Wilis merupakan tokoh lintas zaman di Kabupaten Trenggalek. Memulai karir di GP Ansor kemudian menjadi Ketua Cabang. Semasa hidupnya, ia pernah menjadi anggota DPRD dari partai berlambang ka’bah yang mewakili NU.

“Beliau (almarhum) juga sangat terperinci menulis tentang Supriadi. Ada beberapa buku sudah ditulis belum di cetak,” tutur kiai muda pengasuh PP Al Falah Pogalan Trenggalek tersebut dilansir dari NU Trenggalek.

Karya
  • Buku Sejarah Ringkas NU Trenggalek,
  • Aku Menjadi Komandan Banser (Barisan Ansor Serbaguna) Membela Pancasila Menumpas G-30-S/PKI’,
  • Selayang Pandang Sejarah Trenggalek: Dari Kadipaten Kampak 929 sampai Kabupaten Trenggalek 1950,
  • Shodanco Supriyadi: Pahlawan Nasionalisme Kelahiran Trenggalek,
  • Dan masih banyak yang belum terpublikasi.

Dirangkum dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *