Close Ads Here
Close Ads Here
Close Ads Here
Close Ads Here
NasionalPendidikan

Manfaat Dibalik Sulitnya Masa ‘Gap Year’

×

Manfaat Dibalik Sulitnya Masa ‘Gap Year’

Sebarkan artikel ini
Manfaat Dibalik Sulitnya Masa 'Gap Year'
Ilustrasi bangku perkuliahan-WOKANDAPIX-Pixabay

UrupediaApa yang terlintas dipikiran kalian jika mendengar kata “Gap Year”? Gap Year atau tahun jeda ini merupakan saat dimana seseorang mengambil waktu luang untuk beristirahat atau melakukan kegiatan lain setelah lulus SMA dan sebelum memulai kuliah. Dengan kata lain, siswa lulusan SMA/SMK memilih untuk menunda masuk ke perguruan tinggi.

Biasanya, mereka akan melanjutkan pendidikan mereka di tahun berikutnya atau menunggu kesempatan yang tepat. Walaupun istilah gap year umumnya digunakan untuk siswa atau lulusan sekolah, namun istilah ini juga bisa diterapkan oleh seseorang pada fase kehidupan yang beragam misalnya saat ingin menghabiskan waktu untuk introspeksi, eksplorasi, atau perubahan arah dalam karier mereka.

Beberapa alasan mengapa seseorang lebih memilih gap year
Pemulihan dan istirahat

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah atau merasa kelelahan akademik, seseorang mungkin memilih gap year untuk beristirahat, memulihkan energi, dan mengurangi stres sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya dalam pendidikan atau karir.

Kurangnya biaya

Sudah menjadi rahasia umum bahwa menempuh pendidikan di perguruan tinggi membutuhkan biaya yang tidak sedikit, maka banyak lulusan sekolah yang terkendala oleh biaya masuk perguruan tinggi. Sehingga mereka harus bekerja terlebih dahulu untuk dapat melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi

Eksplorasi minat dan passion

Gap year memberikan kesempatan untuk mengeksplorasi minat, bakat, dan passion yang mungkin belum sempat dijelajahi selama masa pendidikan formal. Seseorang dapat menggunakan waktu ini untuk mencoba berbagai kegiatan, bekerja paruh waktu, atau melakukan sukarela dalam bidang yang menarik minat mereka.

Gagal dalam mengejar Perguruan Tinggi impian

Kegagalan dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru di kampus impian juga menjadi salah satu alasan mengapa seseorang memutuskan untuk gap year dengan tujuan mengejar kembali perguruan tinggi impiannya pada tahun berikutnya.

Meskipun seseorang sudah memutuskan matang matang keputusannya untuk gap year tidak sedikit dari mereka yang merasa cemas karena khawatir bahwa gap year dapat membuat mereka tertinggal satu tahun dibandingkan dengan orang lain, baik dalam hal pendidikan maupun karir di masa depan, maka dari itu seseorang yang menjalani masa gap year tentu tidaklah mudah. Banyak sekali hal tidak menyenangkan yang terjadi ketika menjalani masa masa gap year, yaitu:

1. Kurangnya persiapan menimbulkan perasaan khawatir

Salah satu aspek yang membuat gap year menantang adalah kurangnya rencana yang jelas atau gambaran yang konkret mengenai apa yang akan terjadi selanjutnya. Ketika seseorang memutuskan untuk mengambil gap year, mereka mungkin tidak memiliki rencana yang terperinci mengenai langkah-langkah selanjutnya setelah periode tersebut berakhir. Hal ini dapat menimbulkan perasaan kebingungan dan kekhawatiran mengenai arah masa depan dan membuat seseorang merasa tidak yakin tentang langkah-langkah yang harus diambil setelahnya. Kurangnya kepastian ini bisa menyebabkan perasaan kebingungan dan ketidakpastian mengenai bagaimana melanjutkan hidup setelah gap year.

Selain itu, kurangnya gambaran yang konkret mengenai masa depan juga dapat memunculkan kekhawatiran. Seseorang mungkin khawatir tentang bagaimana gap year akan mempengaruhi jalur pendidikan atau karier mereka. Mereka mungkin merasa tertinggal dibandingkan dengan teman-teman mereka yang langsung melanjutkan studi atau memulai karier. Ketidakpastian mengenai konsekuensi jangka panjang dari mengambil gap year dapat mempengaruhi tingkat kecemasan dan perasaan tidak aman.

2. Tekanan Sosial

Seseorang yang memilih untuk mengambil gap year mungkin menghadapi tekanan sosial dari berbagai pihak, seperti keluarga, teman, atau lingkungan sekitar. Tekanan ini timbul karena harapan yang umumnya ada untuk segera melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja. Maka akan muncul perasaan tidak nyaman, rasa diabaikan, atau merasa tidak dipahami karena keputusan mereka untuk mengambil gap year.

Orang-orang di sekitar mereka mungkin memiliki harapan dan ekspektasi tertentu sehingga bisa terjadi ketidakcocokan antara harapan tersebut dan keputusan mereka.Selain itu, rasa tidak nyaman juga bisa muncul karena perbandingan sosial. Ketika melihat teman-teman atau rekan sebaya yang terus melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja, seseorang mungkin merasa tertinggal atau khawatir bahwa mereka kehilangan kesempatan atau keuntungan masa depan. Hal ini dapat memicu perasaan cemas, rendah diri, atau kekhawatiran tentang masa depan.

3. Tidak ada jadwal ketat

Tanpa adanya jadwal yang ketat atau tuntutan akademis dan tidak adanya batasan waktu atau tenggat yang jelas selama gap year, membuat seseorang sulit mempertahankan motivasi dan disiplin diri seseorang mungkin merasa sulit untuk tetap fokus dan produktif dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Untuk mengatasi tantangan dalam mempertahankan motivasi dan disiplin diri selama gap year, penting untuk menetapkan tujuan yang jelas, membuat rencana harian, mencari sumber inspirasi yang relevan, dan menjaga fleksibilitas. Dukungan dari orang-orang terdekat juga dapat memberikan dorongan dan dukungan yang diperlukan selama gap year.

Seseorang mungkin menghadapi tantangan dan kesulitan selama menjalani gap year, tetapi waktu luang selama gap year juga memberikan peluang besar untuk mengambil manfaat dan melakukan hal-hal positif yang dapat meningkatkan pengalaman tersebut seseorang juga masih dapat menggunakan waktu gap year dengan cara yang konstruktif dan bermanfaat, misalnya:

1. Pemantapan Diri

Gap year memberikan kesempatan berharga bagi seseorang untuk melakukan pemantapan mendalam terhadap diri mereka sendiri. Selama gap year ini, seseorang dapat meluangkan waktu untuk mencari tau apa minat, dan tujuan hidup mereka. Hal ini memungkinkan seseorang dapat mengenali potensi mereka yang belum terungkap dan mengeksplorasi keinginan-keinginan yang mungkin belum tercapai sebelumnya.

Gap year juga memberikan kesempatan bagi seseorang untuk menggali lebih dalam, menemukan kekuatan dan kelemahan mereka, serta mengidentifikasi di mana mereka memiliki minat yang kuat dan bakat yang belum digali sepenuhnya. Gap year dapat menjadi titik balik yang mengubah hidup dan memberikan dasar yang kuat untuk pertumbuhan pribadi di masa depan.

2. Peningkatan Kemandirian dan Penyesuaian

Seseorang akan mengalami periode di mana mereka harus menghadapi berbagai tantangan dan membuat keputusan secara mandiri, tanpa dukungan dari keluarga atau institusi pendidikan. Sehingga mereka harus mengatur sendiri jadwal dan mengambil tanggung jawab atas kehidupan sehari-hari. Hal ini menjadikan seseorang lebih mandiri dan dapat mengembangkan kemampuan untuk mengambil keputusan dengan bijak, menghadapi konsekuensi dari pilihan mereka sendiri, serta bertanggung jawab atas tindakan mereka.

Mereka tidak lagi bergantung pada arahan atau pengawasan yang ketat, melainkan mengandalkan kemampuan dan kepercayaan diri mereka sendiri. Sehingga selama gap year, seseorang dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu yang lebih mandiri dan siap menghadapi tantangan yang ada di hadapan mereka.

3. Pengembangan Keterampilan

Seseorang dapat memanfaatkan waktu mereka dengan melakukan magang atau program pelatihan khusus, sehingga mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang berhubungan langsung dengan bidang atau industri tertentu. Ini membuat seseorang dapat memahami secara mendalam bagaimana industri bekerja, mengembangkan keterampilan teknis yang diperlukan, dan membangun jaringan profesional yang dapat bermanfaat di masa depan. Hal ini juga sering kali memberikan kesempatan untuk bekerja di lingkungan yang nyata, menghadapi tantangan dunia kerja, dan mengasah keterampilan komunikasi, kerjasama tim, serta dapat memecahkan masalah.

 Tak hanya memberikan manfaat individu dalam jangka pendek, tetapi juga memberikan dasar yang kuat untuk pertumbuhan dan keberhasilan jangka panjang di dunia kerja. Dengan memanfaatkanwaktu luang gap year secara efektif, seseorang dapat meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja dan memperoleh keunggulan yang berharga dalam perjalanan mereka menuju karir yang sukses.

4. Kesiapan untuk Pendidikan atau Karir

Salah satu manfaat terbesar dari mengambil gap year adalah kesempatan untuk mengeksplorasi minat yang sebenarnya. Gap year ini bermanfaat bagi seseorang yang mungkin belum memiliki waktu atau kesempatan untuk mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh apa yang mereka benar-benar sukai dan minati.

Ketika seseorang memutuskan Gap Year maka mereka memiliki kebebasan dan fleksibilitas untuk menjelajahi berbagai bidang, mencoba pengalaman baru, dan mempelajari apa yang benar-benar membuat mereka bersemangat. Ini membantu mereka dalam mengidentifikasi minat yang mendalam dan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bidang yang ingin mereka telusuri dalam pendidikan atau karir mereka.           

Dengan memanfaatkan kesempatan ini secara efektif, seseorang dapat memperoleh wawasan yang lebih dalam tentang diri mereka sendiri, membangun fondasi yang kuat untuk masa depan mereka, dan dengan keyakinan melangkah ke langkah selanjutnya dalam perjalanan pendidikan atau karir mereka.

Dibalik sulitnya masa gap year yang di hadapi seseorang tentu saja banyak manfaat yang dapat diambil. Namun, penting untuk diingat bahwa manfaat gap year tergantung pada cara seseorang menghabiskan waktu mereka selama gap year tersebut. Merencanakan semuanya dengan baik dan memanfaatkan kesempatan yang ada dapat memberikan dampak positif yang signifikan. Jadi apakah kalian mau mencoba menikmati waktu luang saat gap year?

Penulis: Yunike Dita Prambudi

Manfaat Dibalik Sulitnya Masa 'Gap Year'

Alamat : Wanglu, Wanglu, Rt 18 Rw 09, Trucuk, Klaten, Jawa Tengah, Mahasiswa Universitas Sebelas Maret , prodi S1 Ekonomi Pembangunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *