
Urupedia.id- Sebagai kelanjutan tradisi panjang survival horror, Capcom resmi mengumumkan Resident Evil: Requiem sebagai seri utama kesembilan dalam franchise legendaris ini. Pengumuman tersebut hadir dramatis di penutupan Summer Game Fest 2025 (6 Juni 2025) dan menandai era baru yang sekaligus menjadi penghormatan definitif terhadap sejarah tiga dekade. Dijadwalkan rilis pada 27 Februari 2026 untuk PlayStation 5, Windows, dan Xbox Series X/S, game ini sudah memicu antusiasme masif dengan lebih dari satu juta wishlist dalam waktu singkat.
Babak Terakhir: Mengakhiri Saga Tiga Dekade
Requiem diposisikan bukan sekadar seri baru, melainkan penutup narasi panjang seputar Umbrella Corporation, Raccoon City, dan garis waktu utama sejak 1996. Produser Masato Kumazawa menyebut Raccoon City sebagai lokasi paling tepat untuk merayakan ulang tahun ke-30 seri ini.
Keputusan menutup saga lama menjadi langkah strategis, membebaskan tim kreatif dari keterikatan lore masa lalu. Dengan begitu, Capcom dapat menjelajahi arah baru horor tanpa batasan narasi klasik. Strategi ini menggemakan langkah serupa dalam Winters’ Expansion yang menutup kisah Ethan Winters, menyiapkan panggung bagi era baru.
Sebuah Visi yang Dibatalkan: Kembali ke Akar
Awalnya, Requiem dikonsepkan sebagai game multipemain daring dunia terbuka. Namun, ide ini dibatalkan karena dianggap tidak sesuai dengan keinginan penggemar. Direktur Koshi Nakanishi menegaskan bahwa fokus harus kembali ke akar: pengalaman horor tunggal-pemain yang mendalam.
Langkah ini menunjukkan komitmen Capcom mendengarkan komunitas, berbeda dengan banyak franchise lain yang memaksakan model layanan langsung. Sukses besar remake RE2 dan RE4 memperkuat keyakinan bahwa jalur klasik tetap paling diinginkan.
Mimpi Buruk Grace Ashcroft: Protagonis Baru
Protagonis utama adalah Grace Ashcroft, agen FBI sekaligus analis teknis yang menyelidiki kematian misterius di Wrenwood Hotel—tempat ibunya meninggal delapan tahun lalu. Seperti Ethan Winters, Grace bukan agen super, melainkan individu “biasa” dengan trauma pribadi yang menjadi jangkar emosional cerita.
Latar permainan adalah Raccoon City, tiga dekade setelah kehancurannya. Trailer memperlihatkan reruntuhan ikonik seperti kantor polisi Resident Evil 2 dan 3. Lokasi utama, Wrenwood Hotel, mengingatkan pada Spencer Mansion di RE1. Rumor menyebut Leon S. Kennedy akan hadir sebagai protagonis pendamping, meski informasi resmi hanya menegaskan Grace. Kontradiksi ini menambah lapisan misteri sekaligus membuka peluang serah terima generasi karakter.
Evolusi Gameplay: Perspektif Hibrida dan Pengejar Baru
Salah satu inovasi terbesar Requiem adalah fitur hibrida: pemain dapat berpindah antara perspektif orang pertama dan ketiga kapan saja. Keputusan ini lahir dari respons positif Winters’ Expansion, meski mode orang ketiga kala itu dinilai kurang mulus. Dengan desain terintegrasi sejak awal, pengalaman kali ini dijanjikan lebih responsif.
Fitur ini menjembatani dua faksi penggemar: mereka yang menyukai imersi horor orang pertama, dan mereka yang merindukan perspektif klasik RE4.
Selain itu, Requiem menghadirkan monster pengejar baru ala Mr. X atau Nemesis, namun lebih menakutkan karena mampu melintasi dinding dan langit-langit, serta tertarik pada cahaya. Pemain harus menggunakan mekanik sembunyi-sembunyi dan strategi pengalihan. Korek api menjadi alat penting: membantu melihat di kegelapan, tapi sekaligus menarik musuh. Mekanik risiko-imbalan ini memperkuat atmosfer ketegangan.
Spektakel Teknologi: RE Engine yang Dirancang Ulang
Seperti entri sebelumnya, game ini menggunakan RE Engine, kini ditingkatkan dengan path tracing. Teknologi ini menghadirkan pencahayaan realistis dengan iluminasi global, bayangan, dan oklusi ambien berbasis ray-tracing.
Dalam horor survival, cahaya dan bayangan bukan sekadar estetika, tetapi elemen atmosferik vital. Nyala korek api yang realistis, bayangan yang bergerak dinamis, dan ruang gelap yang meyakinkan membuat ketegangan terasa lebih nyata dan visceral.
Warisan Resident Evil: Perayaan 30 Tahun
Resident Evil: Requiem dirancang sebagai tribut untuk tiga dekade franchise, dengan elemen-elemen terbaik dari tiga seri pertama:
- RE1: Wrenwood Hotel sebagai pengingat Spencer Mansion dengan misteri penuh teka-teki.
- RE2: Reruntuhan Raccoon City dan dinamika protagonis ganda yang mungkin kembali lewat Leon & Grace.
- RE3: Kehadiran monster pengejar tanpa henti sebagai penghormatan terhadap Nemesis.
Dengan pendekatan ini, Requiem menjadi kompilasi meta—sebuah “greatest hits” yang menggabungkan akar klasik dengan inovasi modern.
Resident Evil: Requiem adalah titik kritis dalam sejarah franchise. Ia menutup bab besar narasi Umbrella, menghadirkan protagonis baru dengan dimensi emosional, sekaligus memberi perpisahan bagi ikon lama. Dengan gameplay hibrida, mekanik pengejar inovatif, dan teknologi grafis mutakhir, game ini berpotensi menjadi salah satu rilisan paling monumental.
Lebih dari sekadar kelanjutan, Requiem adalah penghormatan masa lalu sekaligus landasan untuk masa depan Resident Evil.
Sumber:
- Wikipedia: Resident Evil: Requiem
- IGN, Gamespot, Twisted Voxel, Reddit
- Trailer resmi di YouTube
- Resident Evil Village: Winters’ Expansion (IGN, YouTube)






