BeritaNasional

Meretas Batas, Merajut Prestasi: Turnamen Paralympic Se-Karesidenan Kediri 2025 di Tulungagung

×

Meretas Batas, Merajut Prestasi: Turnamen Paralympic Se-Karesidenan Kediri 2025 di Tulungagung

Sebarkan artikel ini
Turnamen Paralympic Se- Karesidenan Kediri 2025.

Urupedia.id- Tulungagung – Semangat sportivitas, persaudaraan, dan kesetaraan bergema dari GOR Lembu Peteng Tulungagung, Minggu (29/06/2025), dalam gelaran Turnamen Paralympic Se- Karesidenan Kediri 2025.


Ajang ini diinisiasi oleh National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Tulungagung dan melibatkan atlet-atlet disabilitas dari Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Kabupaten Trenggalek, dan Kabupaten Tulungagung sebagai tuan rumah.


Bapak Sulthon selaku Ketua NPCI Kabupaten Tulungagung, menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mempererat silaturahmi antar NPCI se-Karesidenan Kediri sekaligus mempersiapkan atlet menuju Kejuaraan Provinsi (Kejurprov).


“Kegiatan ini sudah menjadi rutinitas NPCI, kami ingin masyarakat lebih mengenal bahwa disabilitas itu juga punya kesempatan yang sama untuk berolahraga dan berprestasi,” Jawab Sulthon.

Foto Voli Duduk


Salah satu cabang olahraga yang paling menarik perhatian adalah voli duduk. Berbeda dengan voli konvensional, pertandingan voli duduk menerapkan aturan khusus, seperti tinggi net yang lebih rendah dan seluruh atlet wajib tetap duduk selama pertandingan berlangsung.


Selain voli duduk, turnamen ini juga mempertandingkan cabang catur (kategori netra dan fisik) serta boccia putra-putri. Antusiasme peserta, terutama di cabang voli duduk, sangat tinggi.

Banyak atlet mengaku senang dapat bertemu dan berkompetisi dengan teman-teman baru dari berbagai daerah.


“Kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi. Semoga semakin banyak atlet muda disabilitas yang terinspirasi dan berani melangkah ke dunia olahraga,” Jawab Sulthon.


Acara ini di hadiri oleh Bapak Harianto, S.Pd.I, M.Sos, selaku Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga DISPORA Kabupaten Tulungagung, yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya turnamen lintas daerah ini.


“Turnamen ini bukan hanya ajang kompetisi, tapi juga momen membangun kerukunan antar – atlet Paralympic se-Karesidenan Kediri. Harapannya, dari sini akan lahir atlet-atlet muda yang nantinya bisa membawa nama daerah di tingkat provinsi bahkan nasional,” ujar Harianto.


Dinas Pemuda dan Olahraga Tulungagung melalui Pak Harianto menegaskan bahwa pihaknya akan terus memberikan dukungan kepada NPCI dalam pengembangan olahraga disabilitas.


“Melalui hibah dana tahunan sebesar Rp 200 juta, kami berharap NPCI dapat terus melakukan pembinaan dengan maksimal. Harapannya, atlet disabilitas mendapatkan hak dan fasilitas yang sama seperti atlet non-disabilitas, baik dari sisi pembinaan maupun fasilitas olahraga,” jelas Harianto.

Dispora Tulungagung juga berkomitmen untuk terus memperjuangkan agar setiap GOR dan stadion di Tulungagung memiliki fasilitas ramah disabilitas, agar semua atlet dapat berlatih dan bertanding dengan nyaman.


Semangat dan manfaat positif dari turnamen ini juga dirasakan langsung oleh para atlet. Salah satunya adalah Pak Tumijo, atlet dari Kabupaten Trenggalek, yang berharap agar kegiatan seperti ini terus dilaksanakan secara rutin.


“Dengan adanya turnamen seperti ini, kami para atlet se-Karesidenan Kediri bisa semakin guyub rukun. Semoga pengembangan atlet seperti kali ini bisa terus berlanjut tiap tahun,” ucap Pak Tumidjo.


Sementara itu, Pak Untung Prasetyo, atlet dari Kabupaten Blitar, menyoroti manfaat sosial dan peningkatan kapasitas atlet.
“Turnamen ini menambah relasi, mempererat tali persaudaraan, dan memperkuat kemampuan atlet tiap daerah. Khususnya di cabang voli disabilitas, persaudaraan dan kekompakan antar atlet dari Karesidenan Kediri sekarang jadi semakin baik,” jelas Pak Untung.


Sedangkan Pak Siswanto, atlet dari Kabupaten Tulungagung, mengungkapkan dampak positif pada aspek mental dan motivasi dirinya.


“Dulu sebelum ketemu teman-teman atlet disabilitas dari daerah lain, saya sempat down. Tapi setelah ikut turnamen ini, bertemu banyak teman baru, mental saya sekarang semakin kuat, alhamdulillah nggak down lagi,” ujarnya penuh semangat.


Di akhir acara, seluruh pihak berharap agar turnamen seperti ini menjadi pemicu munculnya atlet muda baru dari kalangan disabilitas, yang kelak bisa membawa nama harum daerah di kancah yang lebih tinggi.

Foto Bersama di akhir sesi


Turnamen Paralympic Se-Karesidenan Kediri 2025 ini bukan hanya soal piala, tetapi juga soal harapan, perjuangan, dan semangat kesetaraan yang terus bergema dari Tulungagung untuk Jawa Timur.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *