
Palu, Sulawesi Tengah –Urupedia.id- Senin, 22 Juni 2026. Kampung Peradaban LMI yang berada di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, terpantau dalam kondisi aman dan tetap aktif menjalankan berbagai program pembinaan masyarakat pascabencana gempa dan likuefaksi Palu tahun 2018.
Humanitarian Program LAZNAS LMI, Susanto, menjelaskan bahwa kompleks pemukiman tersebut dibangun oleh LAZNAS LMI melalui sinergi bersama Yayasan Islam Al-Fahmi dan dukungan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Sulawesi Tengah.

“Kampung Peradaban ini diperuntukkan bagi para guru yang rumahnya terdampak gempa dan likuefaksi Palu. Berlokasi di Jalan Kebun Sari, Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, kawasan ini mulai dihuni secara resmi sejak April 2019,” ujar Susanto.
Sementara itu, penanggung jawab Kampung Peradaban, Ustadz Mahmud Yunus, menyampaikan bahwa pembinaan warga difokuskan pada pendidikan Al-Qur’an dan pengembangan kemampuan bahasa.
“Warga dan anak-anak dibina menjadi hafiz dan hafizah Al-Qur’an, sekaligus dibekali kemampuan Bahasa Inggris sebagai penunjang dakwah dan pendidikan di masa depan,” jelasnya.
Dalam upaya menjaga budaya silaturahmi dan kehidupan yang sederhana, warga Kampung Peradaban berkomitmen untuk membatasi penggunaan televisi hanya satu unit di setiap rumah.
Kebijakan tersebut bertujuan memperkuat interaksi sosial antarwarga melalui kegiatan mengaji bersama, berdiskusi, serta saling menguatkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Hingga 22 Juni 2026, Kampung Peradaban Palu tetap menjadi contoh pemukiman berbasis pendidikan karakter dan pemberdayaan masyarakat pascabencana. Lingkungan perumahan terawat dengan baik, kegiatan keagamaan berjalan rutin, serta semangat gotong royong warga masih terjaga dengan kuat.
“Semoga Kampung Peradaban Palu terus menjadi oase ilmu, pusat pembinaan umat, dan teladan pemulihan masyarakat pascabencana,” pungkasnya.






