
Tulungagung —Urupedia.id- PC IPNU IPPNU Tulungagung sukses menggelar Latihan Instruktur (LATIN) Latihan Pelatih (LATPEL) yang dilaksanakan selama empat hari, mulai Kamis hingga Minggu, (14 – 17/05/2026).
Dengan mengusung tema “Creating Impact: Growing For Better”, Kegiatan ini menjadi ruang penguatan kaderisasi sekaligus pengembangan kapasitas calon instruktur dan pelatih muda IPNU – IPPNU.
Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari 11 peserta internal dan 14 peserta eksternal.
Kehadiran peserta dari berbagai cabang seperti PC IPNU IPPNU Sampang, PC IPNU IPPNU Mojokerto, PC IPNU IPPNU Jombang, PC IPNU IPPNU Kabupaten Malang, PC IPNU IPPNU Kota Kediri, dan PC IPNU IPPNU Pasuruan.
Ini menunjukkan betapa semangatnya kader muda Nahdlatul Ulama dalam membangun kualitas kaderisasi yang lebih progresif.
Selain itu, juga diikuti oleh peserta dari berbagai PAC dan PKPT di wilayah Tulungagung.
Ketua pelaksana, M. Sholahuddin Al Ayyubi menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan kader yang memberikan dampak nyata di lingkungan organisasinya masing-masing.
“Diharapkan agar seluruh peserta yang berpartisipasi dapat memberikan dampak yang instan bagi rumah tumbuhnya dan juga menjadikan rumahnya sebagai tempat untuk perbaikan serta transformasi kaderisasi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PC IPNU Tulungagung, Hasan Musthofa menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia berharap para peserta dapat menjadi ujung tombak pengkaderan di daerah masing-masing.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi dalam bentuk apa pun dan besar harapan para peserta dapat menjadi ujung tombak pengkaderan di wilayah masing-masing dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh,” ungkapnya.
Ia juga mengutip pesan inspiratif dari Maya Angelou, “People will forget what you said, people will forget what you did, but people will never forget how you made them feel.”
“Proses kaderisasi bukan hanya soal pencapaian, melainkan tentang kesan, nilai, dan pengalaman yang tertanam dalam diri setiap kader,” tambahnya.
Senada dengan itu, Ketua PC IPPNU Tulungagung, Nanda Oktavia Anggraeni menegaskan pentingnya membentuk sumber daya manusia yang mampu menjadi entitas berdampak dan memiliki kemampuan problem solving dalam gerakan organisasi.
“Diharapkan seluruh peserta mampu menghasilkan SDM yang berdampak, menjaga standar yang sudah baik, serta memiliki naluri alamiah sebagai instruktur dan pelatih yang menjadi problem solver melalui gerakan yang progresif,” ungkapnya.
M. Fadhilah Ngisatus Syarif salah satu peserta asal PK IPNU UIN SATU Tulungagung mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru selama mengikuti kegiatan tersebut.
Menurutnya, LATIN–LATPEL bukan hanya menjadi ruang belajar secara formal, tetapi juga tempat bertukar pengalaman antar kader dari berbagai daerah.
“Kegiatan ini memberikan banyak wawasan baru tentang bagaimana membangun kaderisasi yang aktif dan berdampak. Selain materi yang didapatkan, saya juga merasa mendapatkan keluarga baru dan relasi yang sangat positif,” ungkapnya.
Melalui LATIN – LATPEL 2026, PC IPNU IPPNU Tulungagung tidak hanya menghadirkan forum pelatihan formal, tetapi juga ruang tumbuh bersama bagi kader muda untuk memperkuat solidaritas, memperluas jejaring, dan menyiapkan generasi penggerak organisasi yang adaptif terhadap tantangan zaman.
Penulis : Dwipa Wahyu Robbi Nugroho
Editor: Krisna Wahyu Yanuar






