Berita

Majelis Taklim Fatimah Zahra Akbar, Ruang Silaturahmi dan Penguatan Spiritualitas Kader Fatayat NU Tulungagung

×

Majelis Taklim Fatimah Zahra Akbar, Ruang Silaturahmi dan Penguatan Spiritualitas Kader Fatayat NU Tulungagung

Sebarkan artikel ini

Tulungagung — Suasana Masjid Agung Al-Munawwar Tulungagung tampak penuh sejak pagi, Kamis (14/5/2026). Ratusan kader Fatayat NU dari berbagai wilayah di Kabupaten Tulungagung hadir mengikuti Majelis Taklim Fatimah Zahra Akbar yang menjadi puncak rangkaian Harlah Fatayat NU Tulungagung Tahun 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung hangat dan khidmat. Para peserta yang terdiri dari pengurus PC Fatayat NU, 19 PAC, hingga 271 ranting tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai. Berdasarkan data panitia, jumlah peserta yang hadir hampir mencapai 1.000 orang.

Majelis taklim ini menjadi salah satu ruang silaturahmi sekaligus penguatan spiritual bagi kader perempuan Nahdlatul Ulama. Sebelumnya, PC Fatayat NU Tulungagung telah menggelar berbagai kegiatan dalam rangkaian harlah, mulai dari launching program umrah bersama Fatayat, khotmil Qur’an serentak, ziarah muassis NU, hingga senam sehat dan festival permainan tradisional.

Panitia menyebut, Majelis Taklim Fatimah Zahra Akbar tidak hanya menjadi agenda pengajian rutin, tetapi juga bagian dari upaya membangun semangat pengabdian kader Fatayat NU di tengah masyarakat.

“Melalui majelis taklim ini, kami ingin menghadirkan ruang pembinaan dan penguatan kader agar semakin siap menjalankan peran sosial, keagamaan, dan keluarga,” ujar salah satu panitia kegiatan.

Dalam acara tersebut, turut hadir PLt Bupati Tulungagung yang menyampaikan apresiasi terhadap peran Fatayat NU dalam kehidupan sosial masyarakat. Ia juga menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk terus bersinergi bersama organisasi perempuan NU tersebut.

“Kami berharap sinergi ini terus terjalin dengan baik demi pelayanan kepada masyarakat yang lebih maksimal,” ungkapnya.

Momen paling dinanti jamaah terjadi saat Ning Syahrini menyampaikan tausiyahnya. Dengan gaya penyampaian yang hangat dan sederhana, ia mengajak kader Fatayat NU untuk memaknai organisasi sebagai ruang pengabdian dan jalan menanam kebaikan.

“Berfatayat itu kita sedang mengukir sejarah baik, karena manusia yang akan dikenang adalah kebaikannya,” tutur Ning Syahrini.

Pesan tersebut disambut penuh perhatian oleh jamaah yang memenuhi area masjid. Ia juga mengingatkan pentingnya menjalankan amanah organisasi dengan sungguh-sungguh melalui ungkapan Jawa, “Sak isone ojo sak penae,” yang berarti berbuat semaksimal mungkin sesuai kemampuan.

Selain itu, Ning Syahrini menekankan bahwa perempuan harus memiliki hati yang kuat, ringan tangan membantu sesama, serta teguh dalam menjalani kehidupan.

“Perempuan harus kuat hatinya, weweh tangane, lan kudu jejeg sikile,” katanya.

Bagi para kader Fatayat NU, majelis taklim tersebut bukan sekadar forum pengajian, melainkan juga ruang mempererat persaudaraan dan memperkuat semangat perjuangan organisasi. Nuansa religius yang berpadu dengan semangat kebersamaan membuat kegiatan berlangsung penuh kehangatan hingga akhir acara.

Penulis: Krisna Wahyu Yanuar

Editor: David Yogi Prastiawan

Advertisements