
SUKABUMI – Pondok Pesantren Nurul Huda Yaspin Sukabumi menggelar perayaan milad ke-43 yang dikemas dalam konsep “Simfoni Milad”, Kamis (25/6/2026).
Momentum yang bertepatan dengan 10 Muharram 1448 Hijriah ini sekaligus menjadi langkah awal pesantren menyongsong usia emas setengah abad.
Mengusung tema “Menjaga Nilai, Melindungi Martabat, Mengawal Perubahan”, acara ini mengintegrasikan prosesi kelulusan dari seluruh jenjang pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam (Yaspin) Nurul Huda, mulai dari tingkat TK hingga Pondok Pesantren Salafi dan Takhassus Al-Qur’an.
Ketua Pelaksana Milad, Fahmi Amiruddin, menjelaskan bahwa konsep “Simfoni” dipilih untuk melambangkan soliditas antarlembaga pendidikan di bawah yayasan.
“Kita akan menyongsong setengah abad Yaspin tujuh tahun ke depan. Umur 43 tahun menunjukkan istiqamah dan kekuatan dalam menjaga perjuangan pendidikan,” ujar Fahmi dalam sambutannya.
Fahmi juga mengingatkan para orang tua agar jeli dalam memilih lembaga pendidikan untuk anak dengan mengutamakan sanad (silsilah) keilmuan yang jelas. “Ketika memilih pesantren jangan melihat karena viralnya, tetapi lihat siapa kiai dan gurunya, siapa pendirinya, di mana para gurunya mengaji, dan bagaimana tradisi keilmuannya,” tambahnya.
Pawai Budaya dan Drumband
Rangkaian acara dimulai sejak Kamis pagi dengan pawai budaya dan atraksi drumband yang memadati jalanan Sukabumi. Ratusan peserta yang terdiri dari santri, siswa, guru, dan masyarakat sekitar mengenakan berbagai kostum kreatif di sepanjang rute pawai.
Sebelumnya, pihak pesantren juga telah melaksanakan sejumlah aksi sosial dan keagamaan, seperti istighasah bersama, santunan anak yatim, pemberian apresiasi kepada ustadz setempat, serta pembagian hadiah perlombaan pada malam 10 Muharram.
Malam Puncak dan Pesan Pembatasan Gawai
Atmosfer religius menyelimuti malam puncak Gebyar Milad ke-43. Acara dibuka dengan penampilan grup shalawat Juara 1 Festival Shalawat Batch IX serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Qori Internasional Ustadz Wahyu Andi.
Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Huda, KH. Abdul Aziz, secara resmi menutup seluruh rangkaian milad yang telah bergulir sejak awal Juni 2026. Penutupan ditandai secara simbolis dengan bunyi sirine dan pesta kembang api.

Dalam pesannya menjelang libur santri, KH. Abdul Aziz mengingatkan agar nilai-nilai pesantren tetap dihidupkan di rumah, terutama dalam membatasi penggunaan gawai (smartphone).
“Selamat berlibur kepada para santri. Libur pesantren bukan berarti libur dari segala aktivitas kebaikan. Bagi para orang tua yang ingin membatasi penggunaan smartphone anak-anaknya selama liburan, dapat menghubungi kami untuk bersama-sama melakukan pengawasan,” tutur putra pertama pendiri ponpes, almarhum KH. Asep Saeful Alam tersebut.
Acara akbar ini ditutup dengan tausiyah dalam Tabligh Akbar yang disampaikan oleh Ustadz Aby Salma dari Arjuna Cianjur, yang menegaskan komitmen Ponpes Nurul Huda Sukabumi dalam mengawal perubahan zaman melalui modal ilmu dan akhlak.






