BeritaPendidikan

Kepala Madrasah di Tulungagung Larang Muridnya Memberikan Hadiah di Hari Guru

×

Kepala Madrasah di Tulungagung Larang Muridnya Memberikan Hadiah di Hari Guru

Sebarkan artikel ini

Tulungagung, Urupedia Kepala MI Al Ifadah Kaliwungu mengeluarkan surat edaran larangan memberikan hadiah berupa apapun secara berlebihan kepada guru-guru di MI Al Ifadah. Surat edaran tersebut dikeluarkan pada 20 November 2022 yang dimaksudkan dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional pada 25 November 2022.

“Hari Guru Nasional bukanlah pesta untuk para guru. Hari ini kita diingatkan bahwa sebagai seorang guru yang tugasnya mendidik, bukannya malah menjadikan hari ini sebagai kesempatan euforia menerima berbagai macam hadiah penghargaan. Hal ini justru bisa saja memberatkan wali santri,” ujar Aris Zahrul Efendi, Kepala MI Al Ifadah Kaliwungu.

Kepala Madrasah di Tulungagung Larang Muridnya Memberikan Hadiah di Hari Guru
Sesi bersalaman guru dan santri madrasah-Dokumen MI Al Ifadah

Pemberian hadiah atau kado kepada guru di Hari Guru Nasional memanglah sudah menjadi tradisi lama sebagian banyak sekolah maupun madrasah di Tulungagung. Pernyataan dari beberapa guru hadiah yang diberikan pun juga tidak sederhana.

Bu Ani, salah seorang guru MI Al Ifadah menjelaskan bahwa hadiah yang diterima guru terkadang tidak sedikit nominalnya.

“Hadiah yang diterima para guru tidaklah murah dan sedikit. Ada yang memberikan sarung, kue tart, bahkan saya juga pernah mendapatkan jilbab dan tas yang jumlahnya tidak sedikit,” jelasnya.

Tradisi memberikan hadiah kepada guru di Hari Guru Nasional ini dinilai memberatkan wali santri dan bisa saja terjadi adanya kesenjangan karena hadiah yang diberikan relatif dari uang pribadi. Maka dari itulah Kepala MI Al Ifadah berinisiatif membuat surat larangan dan disepakati bersama guru-guru di madrasah tersebut.

Seorang wali santri MI Al Ifadah tampak juga sangat sepakat dengan keputusan pelarangan ini. Respon tersebut diunggah pada status WhatsApp yang menampilkan tangkapan layar surat edaran dari Madrasah.

“Itulah kenapa di setiap menjelang hari guru saya tenang-tenang saja tidak heboh mau ngado apa. MI Al Ifadah mah jelas beda”, tambahnya emot tersenyum.

Kepala Madrasah di Tulungagung Larang Muridnya Memberikan Hadiah di Hari Guru
Tangkapan layar respon wali santri-Dokumentasi Guru MI Al Ifadah

Kegiatan peringatan Hari Guru Nasional di madrasah tersebut dilaksanakan dengan menggelar upacara bendera dan diakhiri dengan berjabat tangan guru. Tak lupa sebagai wujud syukur nikmat, sepulang sekolah para guru MI Al Ifadah dan TK Kreatif Al Furqon mengadakan doa bersama.

Metri (doa bersama, red) ini dilakukan dengan tujuan mensyukuri atas nikmat Allah yang telah diberikan selama ini di LPI (Lembaga Pendidikan Islam) Al Ifadah Kaliwungu. Sekaligus untuk membersihkan niat kami para guru untuk benar-benar ikhlas mengajar dan mendidik anak-anak”, pungkas Kepala MI Al Ifadah Kaliwungu.

Editor: Munawir

Advertisements

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *