
Ponorogo-Urupedia.id, Konferensi Anak Cabang (Konferancab) XVIII PAC IPNU IPPNU Jenangan dilaksanakan pada (8-9/01/22) di MTs MA YPI Desa Sedah, Kecamatan Jenangan. Peserta diambil dari 7 pimpinan ranting dan 1 komisariat yang ada di kecamatan jenangan dengan rincian 3 IPNU dan 3 IPPNU per-pimpinan.
Hal ini di latar belakangi bahwa kepengurusan masa khidmat 2019-2021 telah usai, maka perlu diadakan konferensi untuk memilih pemimpin yang bisa lebih baik dari sebelumnya. Di PD/PRT juga telah di atur bahwa periode kepengurusan IPNU IPPNU tingkat anak cabang itu selama 2 tahun dan hanya boleh 1 periode saja.
Frendi ketua IPNU domisioner menjelaskan, bahwa prosesi pemilihan diadakan dengan mengacu pada PD/PRT dan PPOA IPNU dan IPPNU. Diadakan berbagai persidangan terlebih dahulu seperti : sidang pleno tatib konferensi, sidang pleno komisi, sidang pleno LPJ dan yang terakhir sidang pemilihan ketua yang dilakukan dengan voting.
“Sebenarnya ada 2 tahap (pencalonan dan pemilihan) akan tetapi karena calon satunya hanya mendapat 1 suara sehingga calon yang memiliki suara lebih dari 4 dinyatakan terpilih secara langsung,” ucap rekan Frendi.
Dalam Konferancab ini terpilih rekan Kurniawan Bugo Santoso dari ranting Semanding untuk menahkodai IPNU dan rekanita Rosi Aidila Safitri dari ranting Panjeng untuk menahkodai IPPNU PAC Jenangan.

“Kami ketua demisioner berharap IPNU IPPNU semakin dikenal di Kecamatan jenangan. Dan pimpinan yang baru dapat membawa IPNU IPPNU Kecamatan Jenangan semakin baik hingga bisa menjadi barometer di kabupaten Ponorogo. Disamping itu semoga semakin masif pergerakan pendirian Ranting dan Komisariat yang ada di kecamatan Jenangan. Serta dapat memunculkan para kader terbaik namun tetap dekat dengan masyarakat seperti harapan dari pendiri IPNU KH. Tholhah Mansur,” pungkas Frendi.
Ketua IPNU terpilih yang akrab di panggil Bugo ini menuturkan, untuk fokus program kerjanya aalah memperbaiki organisasi secara kuantitas dan kualitas.
“Untuk memperbaiki kuantitas insyaallah akan diperbanyak kegiatan pengkaderan dan pendirian Ranting di Kecamatan Jenangan. Untuk kualitas insyaallah akan adanya upgrading pengurus, agar pengurus berjalan sesuai tupoksinya Masing-masing,” ujarnya.
Bugo juga mengatakan bahwa yang dapat diambil hikmahnya selama menjadi kader IPNU adalah harus berani berkorban atas apa yang bisa dilakukan, baik tenaga, pikiran dan yang lainnya. Yang mana itu membuktikan bahwa berjuang itu tidak mudah.
Pewarta: Septhia Eka
Editor: Munawir Muslih
Untuk mendapatkan tulisan terbaru dari kami, bisa bergabung grup Telegram melalui link berikut (KLIK DISINI)






