Urupedia – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali menggelar ujian bagi calon mahasiswa penerima beasiswa Maroko untuk peserta di luar Jabodetabek. Kegiatan ini digelar secara online pada tanggal 21 Juli 2022 dan berlangsung di aula lantai 8 gedung PBNU jalan Kramat Raya Nomor 164 Jakarta Pusat.
Dalam ujian tersebut dilakukan penjaringan oleh pihak panitia dari PBNU ada 72 peserta yang layak untuk mengikuti proses ujian online. Para peserta sendiri dibagi menjadi 5 kelas, yang melibatkan 15 penguji yang berasal dari pakar di bidangnya.
Dilansir dari youtube TVNU pada saat wawancara dengan Wakil Sekretaris Jendral PBNU Muhammad Silahuddin mengatakan, bahwa proses ujian secara online yang diadakan ini merupakan pertama kali dilakukan PBNU dan secara umum seluruh tahapan ujian penyeleksian berjalan lancar.
“Meskipun ini pertama kalinya dilaksanakan di lingkungan NU, Alhamdulillah dengan pemanfaatan teknologi kita bisa melaksanakan tes online ini dengan lancar,” terangnya.
Dia juga menjelaskan terkait tahapan perankingan penilaian yang berdasarkan hasil ujian setap materi yang telah di ujikan, sebelum di umumkan dan di uji kembali oleh tim Maroko.
“Tahapan selanjutnya setelah ini, semua nilai dari peserta akan kita rangking. Kemudian akan kita kumpulkan nilai itu. Setelah itu, akan kita ambil dan kita sampaikan dulu kepada ketua umum dan Rais aam yang kita ajukan untuk ke Maroko yang selanjutnya akan kita uji oleh tim Maroko nanti dan akan kita konsultasikan dulu dengan ketua umum dan rais aam,” jelasnya.
Beliau juga berharap untuk calon peserta beasiswa yang akan dikirim ke Maroko dapat menjadi duta-duta Nahdatlul Ulama. Ia juga menyampaikan untuk mahasiswa yang gagal dalam proses penyeleksian atau belum sempat meregistrasikan diri untuk tidak berkecil hati, karena dalam waktu dekat PBNU akan membuka kembali beasiswa di sejumlah Negara Timur Tengah.
“Semoga apa yang kita hasilkan nanti masuk, yang akan kita kirimkan ke Maroko benar-benar mahasiswa yang berkualitas dan benar-benar mewakili NU. Dan bagi peserta yang belum bisa masuk ke Maroko ini, sebenarnya bisa nanti insyaallah akan ada beberapa Negara lain seperti, Arab, Timur Tengah atau mungkin bisa Tahun depan. Dan sebenarnya kemarin telah dibuka untuk Mesir. Sebenarnya kemarin kita infokan ke temen-temen Maroko bisa daftar langsung yang Mesir itu, nanti bisa ikut tes yang Mesir,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama juga didatangi oleh ketua Ikatan Alumni Nahdlatul Ulama atau IKNU Maroko, yaitu Muhammad Iqbal yang telah datang langsung dari Maroko dan turut menjadi penguji.
Pria asal Cirebon itu juga menyampaikan apresiasi kepada PBNU yang mana telah menggelar proses ujian secara daring dan juga menyampaikan bahwa progam beasiswa tersebut merupakan kerjasama dengan Wizarrotul Auqof Maroko dengan PBNU.
“Terkait prosesnya, alhamdulillah saya kira sebagian penguji melihat ini sangat objektif. Kita benar-benar memiliki tanggung jawab yang besar untuk bagaimana bisa memilih kader-kader NU yang akan berkhidmat nanti di Maroko,” jelas Muhammad Iqbal.
“Perlu diketahui di Maroko ini yang khusus bekerjasama dengan PBNU yaitu Wizarrotul Auqof, yang menitikberatkan tidak hanya mahir dalam berbahasa Arab. Tapi mereka harus memahami kutukuturof, mereka harus hafal Alfiyah, mereka harus minimal mengenal itu,” lanjutnya.
Ia juga menuturkan bahwa para peserta beasiswa di Maroko juga terbagi menjadi grub A sampai E, dan masing-masing ditentukan oleh nomer urut dan nomer yang mereka dapat saat mengikuti ujian. Selain itu, Ia juga menjelaskan bahwa para peserta ujian online wajib menaruh kaca dibelakangnya agar jangan sampai ada yang membisikan.
Ia mengatakan bahwa mahasiswa yang berlatar belakang santri-santri NU tengah dinantikan kiprah dan pikirannya di Maroko. Dan nantinya para calon mahasiswa yang layak akan di tempatkan di sejumlah kampus di Maroko.
“Kalau keseluruhnya itu kalau tidak salah ada 13 atau 12. Cuman kita untuk di tahun ini mengoptimalkan di lima titik, di Caslabanca, di Darulbaidoh, kemudian di Tender, di Tepwan, kemudian di Mujdah. Nah, di rapat tentu untuk tahun ini maksimal insyaallah pihak daripada Wizarrotul Auqof akan lebih memberikan kepercayaan khususnya untuk Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.
Dalam pelaksanaan ujian penerimaan mahasiswa di Maroko ketua PBNU yaitu Kiai Haji Yahya Kholil atau sering di sapa dengan panggilan Gus Yahya juga sempat hadir dan menyaksikan proses ujian tersebut. Beliau juga berbincang dengan para penguji serta memberikan apresiasi kepada tim kepanitiaan PBNU yang telah melangsungkan kegiatan ujian penyeleksian secara online dan sukses.
Editor: Munawir






