Trenggalek, Urupedia – Gus Muhammad Izzuddin Zakki atau yang akrab disapa Gus Zaki menolak tegas apabila Kabupaten Trenggalek ditambang karena berakibat fatal pada lingkungan dan alam di Trenggalek.
Kabupaten Trenggalek akhir-akhir ini banyak terjadi bencana alam, mulai dari banjir, tanah longsor dan tanah bergerak. Bencana alam ini disebabkan karena curah hujan tinggi, yaitu 200 mili per detik yang mengguyur wilayah Kabupaten Trenggalek.
Gus Zakki mengungkapkan bahwa alam di Trenggalek ini masih labil, sehingga apabila hujan yang cukup tinggi dan terus-menerus, air tidak mampu untuk diserap tanah sehingga membuat debit air di sungai menjadi tinggi.
“Ini bisa jadi cerminan gunung dan alam di Trenggalek ini masih labil, sehingga ketika ada hujan yang terus menerus itu tidak bisa terserap dan memenuhi sungai dan akhirnya terjadi Banjir,” jelasnya.
“Bisa di bayangkan jika kemudian ini di tambang tentu area serapanya akan jauh lebih berkurang lagi. Sehingga ketika ada hujan yang mungkin tidak seperti kemarin pun, potensi banjirnya akan lebih besar,” sambungnya.
Ia juga menuturkan, jika serapan air di Trenggalek hilang karena di tambang, maka tidak harus menunggu hujan yang intensitas tinggi, banjir akan menggenang di Trenggalek.
“Kalian bayangkan kalau daerah hutan yang serapanya hilang karena ada penambangan. Maka tidak harus menunggu 200 mili per detik pun banjir sudah nampak di depan mata kita,” ucapnya.
“Belum lagi longsor, kita lihat beberapa waktu kemarin daerah-daerah yang masuk dalam konsesi tambang itu mengalami banjir dan longsor. Ini, tentunya harus di fikirkan dan di lihat secara jernih oleh para pemangku kebijakan di sana,” lanjutnya.
Gus Zakki juga mengingatkan, apabila Kabupaten Trenggalek di tambang, maka kehancuran akan lebih besar terjadi di Trenggalek.
“Lihatlah ini yang mau kalian tambang belum apa-apa sudah seperti ini, bagaimana nanti jika di tambang tentu kehancurannya akan lebih masif, lebih besar dan lebih sering ini kan ya sangat merusak alam sekali,” tegasnya.
Gus Zakki juga berpesan kepada para kader Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) bahwa menolak tambang ini mereka sebuah keharusan.
“Untuk Ansor dan Banser secara keseluruhan, ini momentum kita untuk bersama satu barisan, dan menolak tambang ini menjadi keharusan. Sudah ada bukti bahwa ketika ada bencana yang repot tidak hanya satu dua orang. Bahkan nasional, terbukti dari BNPB nasional datang kesini,” paparnya.
“Jadi, jangan sampai karena hanya kepentingan satu korporat untuk mengeruk kekayaan alam Trenggalek. Nanti kedepanya banjir ini menjadi langganan tiap tahun, kan gak lucu namanya,” tandasnya.
Editor: Munawir







Respon (1)