Urupedia – Kekuatan sebuah kelompok ataupun organisasi terlihat dari solidaritas yang dimiliki oleh setiap anggotanya. Dengan sifat inilah, visi dan misi yang dirancang bisa dengan mudah terwujud.
Apalagi dengan mahasiswa yang dituntut untuk sebuah perubahan yang bisa lebih baik dan menjadi penerus dari lidah rakyat.
Berikut 15 motivasi bagi seorang mahasiswa aktivis yang dirangkum dari berbagai sumber pada:
1. “Pemuda merupakan agen perubahan. Tak melulu soal diplomasi politik, membangun hubungan baik dengan negara lain bisa juga melalui peran pemuda-pemudinya.”
2. “Maju tak gentar membela yang benar. Semangat pemuda harus selalu ada untuk seluruh pergerakan pemuda dan mahasiswa di Indonesia.”
3. “Hidup mahasiswa. Kami adalah pengawal reformasi yang setia bersama NKRI.”
4. “Ingatlah hai para mahasiswa aktivis! Semua akan terlihat tidak mungkin sampai kalian selesai melakukannya.”
5. “Jangan gentar dan jangan takut! Sedikit pemuda dapat membuat perubahan.”
6. “Tidak ada yang salah dengan mahasiswa yang aktif berpolitik. Justru seorang mahasiswa yang berpolitik adalah mereka yang memiliki daya pikir kritis dan aktif dalam setiap penanganan permasalahan yang terjadi terhadap bangsa ini.”
7. “Tidak ada stabilitas tanpa solidaritas dan tidak ada solidaritas tanpa stabilitas.”
8. “Solidaritas didasarkan pada prinsip bahwa kita bersedia mempertaruhkan diri untuk melindungi satu sama lain.”
9. “Suatu bangsa tidak mungkin ada jika tidak ada solidaritas sosial.”
10. “Tidak ada perdamaian sejati tanpa keadilan, kebenaran, dan solidaritas. Solidaritas tidak ditemukan dengan refleksi tetapi diciptakan.”
11. “Keluarga adalah fondasi solidaritas apa pun yang ada dalam masyarakat.”
12. “Komunikasi yang tepat akan selalu menjadi bahan utama untuk membangun solidaritas dan kekekalan keluarga.”
13. “Anda tidak melawan rasisme dengan rasisme, cara terbaik untuk melawan rasisme adalah dengan solidaritas.”
14. “Bersama-sama adalah awal; menjaga kebersamaan adalah kemajuan; bekerja sama adalah sukses.”
15. “Solidaritas tidak ditemukan dengan refleksi tetapi diciptakan.”
Editor: Munawir






