Nasional

Lirik Shalawat ‘Natawassal Bil Hubabah’Lengkap Dengan Terjemahan dan Arti

×

Lirik Shalawat ‘Natawassal Bil Hubabah’Lengkap Dengan Terjemahan dan Arti

Sebarkan artikel ini

Urupedia Lirik shalawat “Natawassal Bil Hubabah” yang banyak dilantunkan oleh para penyanyi dan para vokalis grub shalawat di seluruh dunia. Shalawat ini bahkan pernah dilantunkan oleh penyanyi cantik Ai Khodijah.

Lirik Shalawat Natawassal Bil Hubabah

نَتَوَسَّلْ بِالْحُبَابَة , وَالْبَتُوْلِ الْمُسْتَطَابَة
Natawassal bil Hubabah, Wal batuulil mustathobah
“Kami bertawassul kepada yang dicintai (Khadijah r.a), dan dia yang sangat murni lagi dihargai (Fatimah r.a)”

وَالنَّبِي ثُمَّ الصَّحَابَة , فَعَسَى دَعْوَة مُجَابَة
Wannabiyy tsumma shohaabah, fa’asaa da’wah mujaabah
“Dan Nabi serta para sahabatnya, semoga doa kita dijawab (oleh Allah)”

أَعْظَمُ الزَّوْجَاتِ قـَــدْرًا , قَــدْ تَلَقَّتْ مِنْهُ أَمْـــــرًا
A’dzomu zzaujaati qodro, qod talaqqot minhu amro
“Istri yang paling agung (khadijah) telah mendapat perintah darinya (Nabi Muhammad)”

خَـطَـبـَتْ أَحْـمـَدُ بِكْــرَا , غَـنِـمَـتْ مِنْهُ شَبَابـــَـه
Khathobat ahmadu bikra, ghanimat minhu syababah
“Dia bertunangan dengan Nabi ketika masih muda dan dia masih menikmati masa mudanya”

مَالَهَا قَـدْ أَنْفَــقَــتْــهُ , وَ لِطَــهَ وَ هَــبَــتْــهُ
Ma lahaa qod anfaqothu, wali taha wahabathu
“Dia menginfakkan apa yang dia punya untuk persediaan (dakwah) Nabi.”

دَثَــرَتْـــهُ زَمَّــلَتْـهُ , هَــوَنَتْ عـنه صِـعَـابـَــه
Datsaraathu zammalathu, hawanat ‘anhu sho’aabah
“Dia menenangkan Nabi dengan menyelimutinya, dan dia (khadijah ra) juga meringankan kesulitannya.”

قَــدْ حَبَــاهَـا اللهُ بُشْرَى , وَ عَـلَتْ ذِكْرًا وَ فَـخْـرًا
Qod habaahallahu busyroo, wa ‘alat dzikron wa fakhro’
“Allah telah memberikan ia kabar gembira (surga) , dan diberi pula ia hak istimewa dan keunggulan [daripada setiap wanita dunia]”

سَعِدَتْ دُنْيَا وَ أُخْرَى , أَسْـلَمَتْ قَبْلَ الصَّــحَابَة
Sa’idat dunya wa ukhro, aslamat qobla as-shohabah
“Dia telah diberi kenikmatan dunia dan akhirat, Dia akan selamat (masuk surga) sebelum para sahabat.”

اِنَّ فِي الْجَنَّةِ قَصْرًا , لِخَدِيْجَةِ وَ هِيَ أَحْــرَى
Inna fil jaannati qosron, li khadiijati wa hiya ahro
“Sungguh di surga ada tempat khusus, yang hanya untuk dia (Khadijah r.a)”

و عطــايا الله تتري , فوقها مثل الســحـــــابـة
Wa’thoyallahi tatro , fawaqha mitsla sahaabah
“Berkah Allah datang kepadanya seperti awan (tak henti henti)”

عَـاشَــرَتْ طَــــهَ نَبِيْنَا , أَنْجَبَتْ مِــنْــهُ الْبَنِيْنَ
‘Asyarot toha nabiina, anjabaat minhul banina
“Dia tinggal bersamanya (Nabi Muhammad saw) dan dikaruniai beberapa anak”

وَالْــكَـثِــيْـرَ الطَّيِّبِيْنَا , وَ بِـهَـا سَالَتْ شَعَـــابَهْ
Walkatsiro thoyyibina, wabiha saalat sya’aabah
“Dan darinya, banyak kebaikan hati yang datang (kebaikannya menurun pada anaknya)”

Advertisements

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *