Urupedia – Nahdhlatul Ulama (NU) mendapat apresiasi dari Presiden Joko Widodo karena telah menjadi pionir dalam ketentraman hidup berbangsa dan bernegara. Apresiasi tersebut diungkapkan saat berpidato pada Festival Tradisi Islam Nusantara (FTIN) yang digelar oleh PBNU dalam rangkaian Harlah Satu Abad NU di Stadion Diponegoro Banyuwangi, Senin (9/1/2023).
“Terima kasih kepada seluruh keluarga besar Nahdhlatul Ulama yang telah berkonsisten istiqamah mengambil peran sebagai penebar torelansi, penebar kesejukan, dan keharmonisan,” kata Presiden Jokowi saat berpidato.
Beliau juga mengapresiasi karena NU selalu berkomitmen untuk mengedepankan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, ukhuwah bashariyah dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain itu, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa NU merupakan organisasi yang menjadi pionir dalam menjaga kekokohan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang patut disyukuri.
“Dan berdiri terdepan dalam mengawal tegaknya NKRI Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dalam sambutannya, juga menyampaikan bahwa jutaan kader NU selalu siap memikul beban dan ikut menjaga bangsa dan negara.
“Ada banyak tantangan besar di hadapan kita. Ini tugas beban berat sekali. Tetapi, bahwa kita punya jutaan kader inti NU yang siap menyediakan pundak mereka untuk membantu memikul beban bangsa dan negara,” ujar beliau.
Beliau sebagai Ketua Umum PBNU juga mengatakan bahwa warga NU siap mengikuti kepala negara demi kemakmuran Negara Kesatuan Republik Indonesia ke depan.
“Kita punya puluhan juta, dan warga, dan pencinta NU yang siap membersamai pemimpin negara, Presiden Joko Widodo menempuh tantangan apapun di depan kita demi kesejahteraan dan kemuliaan masa depan NKRI,” pungkasnya.







Thank you very much for sharing, I learned a lot from your article. Very cool. Thanks. nimabi