Close Ads Here
Close Ads Here
Close Ads Here
Close Ads Here
Berita

Setelah 3 Hari, Nelayan Lamongan yang Tenggelam Terlilit Jaring Ditemukan

×

Setelah 3 Hari, Nelayan Lamongan yang Tenggelam Terlilit Jaring Ditemukan

Sebarkan artikel ini
Setelah 3 Hari, Nelayan Lamongan yang Tenggelam Terlilit Jaring Ditemukan
Ilustrasi Nelayan Menjala Ikan – Quangpraha – Pixabay

Urupedia Peristiwa laka laut yang terjadi pada Jumat (19/5/2023) kemarin mengakibatkan satu orang nelayan meninggal. Pencarian dihari ketiga yang dilakukan oleh tim dari Sat Pol Airud Polres Lamongan, BPBD, DPC HNSI Lamongan dan masyarakat nelayan Desa Labuhan, Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan membuahkan hasil.

Satu korban yang meninggal bernama Maksum Jaelani (25), asal Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan ditemukan pada hari Minggu (21/5).

Sebelum Peristiwa laka ini terjadi dua nelayan bernama Legani berposisi sebagai nahoda dan Maksum Jaelani sebagai ABK (anak buah kapal) berangkat bersama mencari ikan pada Kamis (18/5) pukul 07.00 WIB,

Saat di lokasi penangkapan ikan, kedua nelayan itu sempat menabur jaringnya. Akan tetapi, nahasnya korban Maksum Jaelani (ABK) terlilit oleh tali jaring hingga terpental dari kapal dan tercebur ke laut.

Legani sebagai Nahkoda kapal berusaha untuk mematikan kapalnya dan mencoba untuk menyelamatkan Maksum Jaelani (ABK), namum malangnya sang nakhoda itu justru ikut terbelit tali jaring dan sama-sama tercebur ke laut.

Satu kapal nelayan yang berada disekitar kejadian mendekati kapal Legani dan Maksum Jaelani dan mencoba untuk menyelamatkan mereka. Legani yang bisa berenang berhasil diselamatkan, sayangnya Imam Maksum yang tidak bisa berenang langsung tenggelam ke dasar laut dan hilang, meski sempat dikasih jeriken.

Setelah upaya mereka untuk menyelamatkan Maksum Jaelani (ABK) tidak memuahkan hasil, mereka pun memutuskan untuk membawa Legani (Nahkoda) pulang.  Saat itu kondisi Legani sangat lemas setelah terombang-ambing di air laut.

Para nelayan yang menjadi saksi saat kejadian pun langsung melaporkan kejadian ini kepada Rukun Nelayan setempat dan diteruskan ke HNSI Lamongan serta Pol Airud Polres Lamongan.

Sehingga dilakukanlah pencarian oleh tim gabungan dari Sat Pol Airud Polres Lamongan, BPBD, DPC HNSI Lamongan beserta masyarakat nelayan setempat untuk mencari Maksum Jaelani (ABK). Setelah 3 hari pencarian, Jasad Maksum Jaelani korban yang mengalami laka laut kurang lebih 7 mil dari bibir pantai pada Jumat (19/5) itu ditemukan di titik 8 km dari bibir pantai laut setempat.

Alhamdulillah hari ini adalah hari ketiga pencarian jasad korban dan telah ditemukan di perairan Utara sekitar 8 km dari bibir pantai Desa Labuan, korban atas nama Maksum Jaelani,” kata Kapolres Lamongan AKBP Yakhob Silvana seperti dilansir dari paman resmi Polda Jatim.

Sementara itu, Kasatpolairud Polres Lamongan AKP Ni Sugihastuti menghimbau kepada masyarakat nelayan agar meningkatkan kehati-hatian dan kewaspadaannya dalam menjalankan profesinya sebagai nelayan, termasuk selalu menyediakan peralatan keselamatan di kapal seperti jaket pelampung, ban dan lainnya.

“Kami ikut berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhum. Semoga keluarga yang telah ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran oleh Allah SWT,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *