Close Ads Here
Close Ads Here
Close Ads Here
Close Ads Here
Nasional

Optimalkan Peran Ortu dalam Pengasuhan Anak, KKN Baruharjo 1 Gelar Seminar Parenting

×

Optimalkan Peran Ortu dalam Pengasuhan Anak, KKN Baruharjo 1 Gelar Seminar Parenting

Sebarkan artikel ini
Pelaksanaan Seminar Parenting - Dok. Istimewa
Pelaksanaan Seminar Parenting – Dok. Istimewa

UrupediaMahasiswa Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU), kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Baruharjo 1 menggelar kegiatan Seminar Parenting yang berkolaborasi bekerja sama dengan Posyandu di Desa Baruharjo di Balai Desa Baruharjo, Durenan, Trenggalek, Sabtu (13/1/2024). 

Sesuai dengan tema yang diusulkan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yakni ‘Mewujudkan Keluarga Maslahat Melalui Penguatan Peran Orang tua dalam Pengasuhan Anak’, Dewi Maksum Badarini selaku Ketua Pelaksana Seminar Parenting menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan baru terkait pengoptimalan peran orang tua dalam pengasuhan anak menuju terwujudnya keluarga maslahat. 

“Melalui seminar ini, diharapkan dapat memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang lebih mendalam sehingga dapat diimplementasikan dengan baik di kehidupan sehari-hari,” ujar Dewi.

Ketua Posyandu, Ibu Yayuk Widyawati menegaskan bahwa seminar kali ini hanya sebagai sarana sharing pengetahuan, bukan untuk menggurui ibu-ibu yang telah mendidik anak selama ini.

“Kita sudah berusaha mengasuh anak dengan baik, tapi apa salahnya jika kita menerima dan menerapkan apa yang disampaikan dalam seminar kali ini,” tutur Bu Yayuk

Kepala Desa Baruharjo, Bapak Bambang Hari Utomo menerangkan pentingnya peran orang tua dalam keluarga, sehingga orang tua harus benar-benar belajar tentang ilmu parenting.

“Di dalam keluarga kalau nggak ada orang tua pasti akan tidak karu-karuan. Orang tua harus membimbing anak agar tidak terjerumus ke hal-hal yang tidak baik,” tuturnya.

Seminar parenting yang dibawakan oleh pemateri luar biasa, Dosen Psikologi UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Ibu Citra Ayu Kumala Sari menghasilkan banyak pelajaran penting, diantaranya adalah:

Jangan Membandingkan Anak

Salah satu budaya buruk yang dilakukan orang tua pada umumnya adalah membandingkan anak mereka dengan anak orang lain, hal ini bukannya memotivasi anak, tapi justru akan membuatnya merasa tertekan. dan stress. Maka, orang tua sebaiknya menemukan keunikan anak mereka sendiri dan terus mendukungnya.

Anak Berhak Menangis

Orang tua yang melarang anaknya menangis justru akan menyebabkan emosinya tertahan, yang bisa meledak sewaktu-waktu. Oleh karena itu, membiarkan anak menangis untuk mengekspresikan perasaannya diperlukan.

Ayah Harus Terlibat dalam Pengasuhan Anak

Berdasarkan banyak penelitian, ayah terbukti memiliki peran penting dalam pengasuhan seorang anak, yakni membuat anak mendapat nilai tinggi dalam pendidikan, terhindar dari masalah psikologis, memiliki keterampilan linguistik yang baik, dan mengatasi kesepian seorang anak.

Deep Talk Bersama Anak

Di zaman sekarang, banyak orang tua yang hanya duduk di samping anaknya, tapi fokus pada handphone atau benda lain, lalu membiarkan anaknya bermain sendiri.

Oleh karena itu, perlunya pemahaman untuk mereka bahwa mereka harus memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak dengan cara benar-benar meluangkan waktu dan fokusnya kepada anak, bertanya tentang kegiatan sehari-hari atau menanyakan perasaannya. Agar anak menjadi nyaman dan aman serta menganggap orang tua sebagai rumah.

Membangun Koneksi Kuat Orang Tua dengan Anak

Koneksi kuat antara anak dan orang tua juga perlu diciptakan karena akan menjadi benteng pertahanan bagi anak dari pergaulan negatif, mereka secara spontan akan takut mengecewakan orang tua ketika mulai terhasut untuk berbuat buruk.

Segala yang disampaikan dalam seminar ini menjadi bekal penting, mengingat akhir-akhir ini banyak anak-anak yang memiliki masalah serius dan gangguan mental seiring munculnya berita-berita yang tidak diinginkan. Semoga seminar parenting ini dapat benar-benar membantu tercapainya keluarga maslahat dengan bertambahnya pemahaman orang tua tentang cara mengasuh anak yang baik dan berkualitas.

Respon (17)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *