
Urupedia.id- Malang – Dunia musik religi Indonesia mendapat warna baru melalui kehadiran grup musik Hasyimi, sebuah kelompok asal Malang, Jawa Timur, yang viral berkat keberaniannya memadukan selawat dan syair Islami dengan aransemen musik rock dan metal.
Grup ini dikenal luas melalui kanal YouTube Hasyimi Official, yang menampilkan pertunjukan religius dengan nuansa musikal cadas.
Hasyimi resmi berdiri sebagai grup musik pada 25 September 2021, meski embrionya telah terbentuk sejak tahun 2020 dalam bentuk komunitas.
Mayoritas personelnya berasal dari Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang.
Sejak awal, Hasyimi membawa identitas yang kuat seperti para personel tampil layaknya santri dengan baju koko, sarung, dan kopiah, namun memainkan musik dengan riff gitar metal dan ketukan drum progresif.
Konsep yang diusung Hasyimi kerap mereka sebut sebagai “dakwah yang berbeda”.
Alih-alih mengikuti pakem musik religi konvensional, Hasyimi menggabungkan lirik selawat dengan melodi dari band-band rock dan metal ternama dunia.
Eksperimen ini justru mendapat respons luas dari publik, khususnya generasi muda.
Sejumlah karya mereka menjadi perbincangan di media sosial, di antaranya Ya Badrotim yang dipadukan dengan lagu Hysteria milik Muse, Isyfa’ Lana dengan One Step Closer dari Linkin Park, serta Sholawat Burdah yang diaransemen dengan nuansa She’s Gone dari Steelheart.
Selain itu, kolaborasi Sholatun Bissalamil Mubini dengan lagu Jengah milik Pas Band juga menarik perhatian penikmat musik lintas genre.
Saat ini, Hasyimi diperkuat oleh sekitar 11 personel inti. Grup ini didirikan oleh Muhammad Chilmi Hidayatullah sebagai gitaris elektrik.
Unsur metal yang kental banyak dipengaruhi oleh Hikam Putra Abdillah di posisi drummer. Formasi lainnya meliputi Hana Aulidiansyah pada gitar, Eka Irawan pada bass, M. Aghis dan Agus Junaidi pada keyboard, serta Yunus Kurniawan pada darbuka.
Untuk vokal, Hasyimi menghadirkan tiga penyanyi perempuan, yakni Siti Maisaroh, Fitrotin, dan Hela Juliani.
Dalam jejak digitalnya, Hasyimi telah merilis sejumlah karya yang tersedia di berbagai platform streaming musik legal seperti Spotify, Apple Music, dan Joox.
Selain YouTube, mereka juga aktif di media sosial melalui Instagram dan TikTok dengan nama akun hasyimi_official, yang menjadi sarana utama menyapa penggemar sekaligus menyebarkan pesan dakwah melalui musik.
Kehadiran Hasyimi menunjukkan bahwa musik religi dapat dikemas secara kreatif tanpa kehilangan nilai spiritualnya.
Dengan pendekatan yang tidak lazim, grup ini berhasil membuka ruang baru bagi dakwah Islam yang adaptif terhadap perkembangan selera musik generasi muda.






