
Urupedia.id — Menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriyah, Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Keduyo, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, mengadakan kegiatan ziarah ke sejumlah makam para wali dan ulama besar di wilayah Jawa Timur dan Madura.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, Sabtu – Ahad (12 – 13/07/2025), dan diikuti oleh 59 peserta dari kalangan pengurus, anggota Ansor, serta warga Nahdliyin setempat. “Ziarah ini masih perdana di kepengurusan Ansor Ranting Kedoyo Periode Tahun Terbaru, namun rencana akan dirutinkan setiap tahun, Insyaallah.”Ujar Jamaludin selaku sekretaris kegiatan.
Ziarah ini menempuh 11 titik makam tokoh penyebar Islam di Jawa Timur dan Madura, dimulai dari Makam Syekh Ihsan bin Dahlan Jampes Kediri pengarang kitab Sirojut Tholibin dan Manahijul Imdad lalu dilanjutkan ke Makam Masyayikh Tebuireng Jombang, Makam Mbah Sayyid Sulaiman Mojoagung Jombang, dan Makam Syekh Sayyid Jumadil Kubro di Troloyo Mojokerto.

Rombongan kemudian berziarah ke Makam Sunan Ampel di Surabaya, Makam Syaikhona Kholil Al – Bangkalani di Madura, Makam Sunan Giri di Gresik, dan Makam Syekh Maulana Ishaq di Lamongan beliau merupakan ayah dari Raden Paku atau Sunan Giri, Makam Sunan Drajat di Lamongan, Makam Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi di Tuban yang merupakan ayah dari Sunan Ampel, dan terakhir Makam Sunan Bonang di Tuban.
Ketua MDS Rijalul Ansor Ranting Keduyo sekaligus Ketua Pelaksana, Gus Prapto Dwi Pambudi, menyampaikan bahwa ziarah ini memiliki nilai-nilai spiritual yang mendalam, tidak sekadar kunjungan religi biasa.
“Tujuan dari ziarah kali ini adalah untuk taqarruban, yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui tawassul dengan berziarah ke makam para wali atau orang-orang shalih. Juga untuk tabarrukan, yakni mengalap berkah dari keberkahan yang Allah SWT anugerahkan kepada para hamba pilihan-Nya.”Ungkapnya.
Selain itu, untuk mendoakan para kekasih Allah SWT, orang tua, leluhur, guru, dan seluruh ahli kubur yang telah mendahului, serta mengenang jasa-jasa mereka, ziarah ini menjadi sarana menjaga sanad keilmuan melalui para wali dan pejuang bangsa, berdzikir mengingat kematian, serta mengambil hikmah dari para ahli kubur yang diziarahi.”Ujarnya.
“Walaupun kita tidak pernah hidup di zaman itu, minimal kita bisa menambah pengetahuan siapa saja tokoh yang pernah menyebarkan Islam di tanah Jawa dan tahu di mana letak makam beliau,”Pungkasnya.
Senada dengan itu, Ketua GP Ansor Ranting Keduyo, Dicky Pradana Syahputra, menegaskan pentingnya menjaga tradisi ziarah sebagai bagian dari warisan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah yang harus terus dilestarikan.
“Ziarah merupakan bagian dari tradisi yang terus dipertahankan sebagai sarana memperkuat hubungan spiritual dengan para pendahulu dan memperkokoh keimanan bagi seluruh warga Nahdliyin.
Kegiatan ini menjadi bagian dari refleksi spiritual menyambut tahun baru Hijriyah.”Ujarnya.
Ia juga berharap semoga agenda Ziaroh Wali semacam ini dapat merekatkan ukhuwah Islamiyyah diantara sesama, meningkatkan kerukunan umat, saudara, dan tetangga. Menjaga silaturrahim antar seluruh anggota Ansor dan masyarakat, serta bisa terus menjaga kelestarian tradisi keislaman yang baik agar dapat menjadi washilah sampai kepada generasi penerus atau anak cucu kita kelak.”Ungkapnya.
Selain itu, para peserta diharapkan dapat meneladani keteladanan, perjuangan, dan ketulusan para wali dalam menyebarkan ajaran Islam. Selain memperkuat spiritualitas individu, ziarah ini juga menjadi momen penting untuk silaturahmi dan mempererat kebersamaan dalam bingkai cinta kepada ulama pewaris nabi.”Pungkasnya.







wssz5d