Berita

BEM Pasuruan Raya Tolak Gagasan Pilkada Dipilih DPRD, Nilai Cederai Hak Politik Rakyat

×

BEM Pasuruan Raya Tolak Gagasan Pilkada Dipilih DPRD, Nilai Cederai Hak Politik Rakyat

Sebarkan artikel ini
Dokumentasi BEM PAS RAYA

Pasuruan — Urupedia.id- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pasuruan Raya secara tegas menyatakan sikap menolak wacana perubahan mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang diarahkan untuk dilakukan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Penolakan tersebut disampaikan sebagai bentuk keprihatinan atas potensi kemunduran demokrasi di tingkat lokal.

Divisi Pengembangan Sumber Daya Organisasi (PSDO) BEM Pasuruan Raya, Qais Zauqi, menegaskan bahwa pemilihan kepala daerah secara langsung merupakan manifestasi nyata dari prinsip kedaulatan rakyat yang dijamin oleh konstitusi.

“Pilkada langsung adalah ruang partisipasi politik rakyat untuk menentukan arah kepemimpinan daerahnya sendiri. Jika mekanisme itu dialihkan ke DPRD, maka hak dasar warga negara akan tereduksi,” ujar Qais dalam pernyataan resminya, Minggu (11/1/2026).

Menurutnya, pemilihan kepala daerah melalui DPRD berpotensi mempersempit keterlibatan publik dan memusatkan kekuasaan pada segelintir elite politik. Kondisi tersebut dinilai tidak sejalan dengan semangat reformasi yang menempatkan rakyat sebagai subjek utama demokrasi.

Qais juga menyoroti aspek akuntabilitas kepala daerah.

Ia menilai, jika kepala daerah dipilih oleh DPRD, maka orientasi pertanggungjawaban berpotensi bergeser dari kepentingan rakyat menuju kepentingan politik internal.

“Ketika kepala daerah tidak dipilih langsung oleh rakyat, maka relasi moral dan politik dengan masyarakat akan melemah. Ini berbahaya bagi kualitas demokrasi daerah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Qais menegaskan bahwa secara fungsi dan mandat, DPRD tidak memiliki kewenangan untuk memilih kepala daerah. Ia menyebut DPRD dibentuk dengan tugas utama legislasi, penganggaran, dan pengawasan, bukan sebagai lembaga elektoral kepala daerah.

Sebagai langkah lanjutan, BEM Pasuruan Raya berkomitmen untuk terus mengedukasi mahasiswa dan masyarakat mengenai pentingnya menjaga sistem Pilkada langsung.

Qais menyatakan bahwa pihaknya juga siap melakukan advokasi dan konsolidasi gerakan apabila wacana tersebut terus bergulir di tingkat nasional.

“Kami akan terus berdiri bersama rakyat untuk menjaga demokrasi agar tidak mundur ke belakang,” pungkasnya.

Advertisements