
Sidoarjo — Urupedia.id- Semangat literasi sejarah dan kreativitas generasi muda kembali dihidupkan melalui ajang Kompetisi Sejarah Nasional (KOSENAS) 2026.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengekspresikan pemahaman sejarah sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi.
Mengusung tema besar “Antara 1928 dan 1998: Peran Pemuda dalam Menjaga Identitas Bangsa”, KOSENAS 2026 menghadirkan tiga kategori lomba utama yang menarik dan relevan dengan zaman.
Pertama, lomba menulis esai yang dikhususkan untuk mahasiswa, mengajak peserta menggali peran historis pemuda dalam membentuk jati diri bangsa Indonesia.
Kedua, lomba desain poster untuk siswa SMA/SMK yang menuntut kreativitas visual dalam menyampaikan pesan sejarah.
Ketiga, kategori inovatif berupa lomba video berbasis AI, juga untuk siswa SMA/SMK, dengan fokus pada upaya menghidupkan kembali sejarah Indonesia melalui pendekatan teknologi kecerdasan buatan.
Panitia menyediakan hadiah menarik berupa e-sertifikat dan uang pembinaan bagi para pemenang.
Selain itu, ajang ini juga menjadi peluang bagi peserta untuk meningkatkan portofolio akademik maupun non-akademik mereka.
Pendaftaran dan pengumpulan karya telah dibuka sejak 30 Maret hingga 25 April 2026.
Selanjutnya, proses penilaian oleh dewan juri akan berlangsung pada 26–29 April 2026, dan puncaknya adalah pengumuman pemenang pada 30 April 2026.
Untuk mengikuti kompetisi ini, peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp15.000.
Pendaftaran dapat dilakukan dengan mudah melalui tautan yang tersedia di bio akun resmi KOSENAS atau dengan memindai QR code yang tertera pada poster resmi kegiatan.
Panitia juga menyediakan layanan informasi lebih lanjut melalui kontak person: Liliy (0813-8447-0840) dan Obby (0813-2778-8262).
KOSENAS 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kompetisi semata, tetapi juga ruang refleksi bagi generasi muda untuk memahami sejarah sebagai fondasi dalam menghadapi masa depan.
Di tengah tantangan zaman yang serba cepat, kesadaran sejarah menjadi penting agar identitas bangsa tetap terjaga.
Dengan menggabungkan nilai historis dan inovasi digital, KOSENAS 2026 menjadi bukti bahwa sejarah tidak pernah usang—ia justru menemukan bentuk barunya di tangan generasi muda Indonesia.






